Berita Olahraga

6 Pemain Top Argentina Tak Masuk Skuad Piala Dunia 2026: Dari Juara Liga Europa hingga Alejandro Garnacho

maniakbola.org- 6 Pemain Top Argentina Tak Masuk SkuadPiala Dunia 2026: Dari Juara Liga Europa hingga Alejandro Garnacho Skuad resmi Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026 akhirnya diumumkan pada Jumat (29/5), dan seperti biasa, keputusan Lionel Scaloni langsung memicu penonton besar di kalangan pecinta sepak bola dunia. Di tengah deretan nama besar yang kembali dipercaya membawa panji La Albiceleste, ada sejumlah pemain top yang justru harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari daftar akhir.

Absennya beberapa nama populer seperti Alejandro Garnacho, Paulo Dybala, hingga Emiliano Buendia menjadi kejutan yang cukup mengundang tanda tanya. Padahal, beberapa di antaranya tampil mengesankan bersama klub sepanjang musim 2025/2026.

Namun, keputusan Scaloni tampaknya bukan semata-mata soal popularitas atau statistik individu. Pelatih yang sukses membawa Argentina juara dunia sebelumnya itu kembali menunjukkan bahwa keseimbangan tim, chemistry, dan kebutuhan taktik menjadi prioritas utama.

Lionel Messi Masih Jadi Pusat Permainan Argentina

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Lionel Messi tetap menjadi figur sentral Timnas Argentina. Banyak yang sempat memprediksi Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen tanpa Messi, namun kenyataannya sang megabintang masih dianggap tak tergantikan.

Lionel Scaloni percaya bahwa pengalaman dan mentalitas juara Messi masih sangat dibutuhkan. Dalam pertandingan besar, keberadaan pemain seperti Messi sering kali menjadi pembeda, bahkan ketika kondisi fisiknya tidak lagi berada di performa puncak.

Argentina juga tetap mempertahankan tulang punggung skuad juara sebelumnya seperti Emiliano Martinez, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Cristian Romero, dan Alexis Mac Allister. Kombinasi pemain senior dan generasi muda membuat Argentina tetap masuk daftar favorit juara Piala Dunia 2026.

Selain itu, muncul pula beberapa nama baru yang diproyeksikan menjadi penerus era Messi, seperti Nicolas Paz dan Thiago Almada. Scaloni sepertinya ingin menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.

Paulo Dybala Kembali Jadi Korban Konsistensi

Nama pertama yang cukup menyita perhatian adalah Paulo Dybala. Penyerang AS Roma itu kembali gagal mendapatkan tempat di skuad utama Argentina.

BACA JUGA : Jalan Menuju Final Liga Champions 2025/2026: Arsenal Bangkit dari Penantian 20 Tahun dan Kini Mengincar Sejarah

Faktanya, kualitas Dybala tidak pernah diragukan. Teknik tinggi, kreativitas, serta kemampuan menciptakan peluang membuatnya tetap menjadi salah satu pemain berbakat Argentina dalam satu dekade terakhir. Namun, masalah utama Dybala selalu sama: konsistensi dan kebugaran.

Sepanjang musim 2025/2026, Dybala hanya mampu mencatat dua gol dan tujuh assist dari 22 pertandingan Serie A. Statistik tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menggeser pemain lain yang lebih stabil.

Selain itu, sistem permainan Scaloni juga tidak sepenuhnya cocok dengan karakter Dybala. Argentina kini lebih mengutamakan intensitas tekanan, posisi buruk, dan kontribusi pertahanan dari para penyerang.

Bagi Dybala, kegagalan ini bisa menjadi sinyal bahwa kapal internasionalnya perlahan mulai memasuki fase akhir.

Alejandro Garnacho Belum Mampu Menjawab Ekspektasi

Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan tentu Alejandro Garnacho. Winger muda yang bersinar bersama Manchester United itu sebenarnya digadang-gadang menjadi wajah baru Argentina di era pasca-Messi.

Debutnya di usia 18 tahun sempat membuat banyak fans optimistis. Kecepatan, dribel eksplosif, dan keberanian duel satu lawan satu membuat Garnacho terlihat memiliki potensi luar biasa.

Namun perkembangan pemain berusia 21 tahun tersebut ternyata belum sepenuhnya stabil. Hingga kini, Garnacho baru mengoleksi delapan caps bersama tim senior Argentina tanpa mencetak satu gol pun.

Masalah terbesar Garnacho tampaknya terletak pada pengambilan keputusan dan konsistensi permainan. Dalam beberapa laga penting bersama klub, ia masih sering kehilangan efektivitas di akhir lapangan.

Lionel Scaloni kemungkinan merasa Garnacho masih membutuhkan waktu untuk matang secara mental dan taktik sebelum benar-benar menjadi bagian utama proyek jangka panjang Argentina.

Meski gagal masuk skuad kali ini, peluang Garnacho untuk kembali di masa depan masih sangat terbuka. Usianya yang masih muda menjadi keuntungan besar.

Keputusan Mengejutkan: Marcos Senesi Dicoret

Dari semua nama yang tidak dipanggil, ketidakhadiran Marcos Senesi mungkin menjadi keputusan paling mengejutkan.

Bek Bournemouth menjalani musim yang sangat solid di Premier League. Ia tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi salah satu alasan Bournemouth mampu bersaing cukup stabil di papan tengah.

Secara statistik, Senesi termasuk salah satu bek Argentina dengan level duel udara dan intersep terbaik musim ini. Bahkan, ia sempat masuk skuad Argentina pada agenda internasional Maret hingga April 2026.

Namun, Scaloni tampaknya lebih memilih mempertahankan lini belakang chemistry yang sudah terbentuk selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, hingga Leonardo Balerdi membuat persaingan di sektor perlindungan menjadi sangat ketat.

Keputusan ini menunjukkan bahwa pengalaman bermain bersama dalam sistem Argentina lebih penting dibandingkan kinerja klub semata.

Franco Mastantuono Harus Menunda Mimpi Besar

Franco Mastantuono sebenarnya menjadi salah satu talenta muda yang paling dinanti tampil di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 18 tahun itu sempat disebut sebagai calon bintang masa depan Argentina.

Namun cedera yang datang berulang kali membuat perkembangannya terhambat. Situasi di klub juga tidak ideal setelah pergantian pelatih mempengaruhi menit bermainnya.

Mastantuono sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang sangat menjanjikan. Visi bermain, kreativitas, dan keberaniannya mengingatkan banyak orang pada gelandang klasik Argentina.

Sayangnya, Piala Dunia bukan tempat untuk eksperimen pemain yang belum benar-benar siap secara fisik dan mental. Scaloni memilih pendekatan aman dengan membawa pemain yang lebih matang dan terbukti mampu menghadapi tekanan turnamen besar.

BACA JUGA : Setelah Kepergian Bojan Hodak: 7 Pemain Berpotensi Tinggalkan Persib Bandung, Siapa Saja?

Meski begitu, usia muda Mastantuono membuat masa di depannya masih sangat cerah. Banyak pengamat yang percaya ia bisa menjadi pemain inti Argentina dalam beberapa tahun mendatang.

Matias Soule Produktif, Tapi Tak Cocok Taktik

Matias Soule juga menjadi salah satu korban ketatnya persaingan lini depan Argentina.

Pemain AS Roma itu tampil cukup impresif musim ini dengan catatan enam gol dan lima assist dari 33 laga Serie A. Statistik tersebut sebenarnya cukup bagus untuk pemain muda.

Namun, masalahnya bukan sekadar produktivitas. Scaloni tampaknya merasa karakter permainan Soule belum sesuai dengan kebutuhan taktik tim nasional.

Argentina saat ini memiliki banyak penyerang serba bisa seperti Julian Alvarez, Lautaro Martinez, hingga Thiago Almada. Mereka mampu bermain dalam berbagai skema dan memiliki kontribusi besar saat bertahan.

Sementara itu, Soule dinilai masih terlalu spesifik sebagai kreator ofensif dan belum cukup fleksibel secara taktik.

Menariknya, hingga saat ini Soule bahkan belum menjalani debut bersama tim senior Argentina. Hal tersebut menunjukkan bahwa dirinya memang belum sepenuhnya masuk ke dalam prioritas utama Scaloni.

Emiliano Buendia Tetap Tersingkir Meski Juara Liga Europa

Nama terakhir yang cukup menarik perhatian adalah Emiliano Buendia.

Gelandang Aston Villa tersebut baru saja membantu klubnya meraih gelar Liga Europa. Dalam kompetisi itu, Buendia tampil efektif dengan kontribusi empat gol dan enam assist dari 15 pertandingan.

Secara performa, ia sebenarnya layak dipertimbangkan. Kreativitas, kemampuan membuka ruang, serta visi bermainnya menjadi salah satu kekuatan Aston Villa musim ini.

Namun sekali lagi, persaingan di lini tengah dan depan Argentina terlalu ketat.

Keberadaan pemain seperti Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Giovani Lo Celso, hingga Nicolas Paz membuat ruang untuk Buendia semakin sempit. Scaloni tampaknya lebih memilih pemain yang sudah benar-benar menyatu dengan struktur permainan Argentina.

Fakta bahwa Buendia terakhir dipanggil pada November 2025 menunjukkan bahwa dirinya memang perlahan mulai keluar dari radar utama tim nasional.

Argentina Tetap Jadi Juara Favorit

Meski beberapa nama besar tidak masuk skuad, Argentina tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Pengalaman menjadi juara dunia sebelumnya memberikan keuntungan mental yang sangat besar. Selain itu, banyak pemain inti Argentina kini berada di usia emas mereka.

Emiliano Martinez masih menjadi salah satu kiper terbaik dunia. Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister terus berkembang di level tertinggi Eropa. Sementara Lautaro Martinez dan Julian Alvarez semakin matang sebagai mesin gol.

Jika Lionel Messi mampu menjaga kondisi fisiknya selama turnamen berlangsung, Argentina berpotensi kembali melangkah jauh.

Namun tantangan kali ini pasti lebih berat. Tim-tim seperti Prancis, Inggris, Brasil, hingga Spanyol juga datang dengan skuad yang sangat kuat.

Masa Depan Regenerasi Argentina

Keputusan mencoret sejumlah pemain muda juga menimbulkan pertanyaan besar soal regenerasi Argentina setelah era Messi berakhir.

Garnacho, Mastantuono, dan Soule sebenarnya dipandang sebagai calon penerus generasi emas Argentina. Namun Scaloni tampaknya belum ingin terburu-buru melakukan pergantian besar.

Pendekatan ini dapat dipahami karena Piala Dunia adalah turnamen dengan tekanan luar biasa tinggi. Pelatih biasanya lebih memilih pemain yang sudah terbukti secara mental dan taktik.

Meski demikian, regenerasi tetap menjadi pekerjaan rumah besar Argentina. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka harus mulai mempersiapkan era baru tanpa ketergantungan penuh pada Messi.

Daftar Lengkap Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026
Penjaga Gawang
Emiliano Martinez
Geronimo Rulli
Juan Musso
Bek
Gonzalo Montiel
Molina
Lisandro Martinez
Nicolas Otamendi
Leonardo Balerdi
Cristian Romero
Facundo Medina
Nicolas Tagliafico
Gelandang
Leandro Paredes
Rodrigo De Paul
Exequiel Palacios
Enzo Fernandez
Alexis Mac Allister
Giovani Lo Celso
Valentin Barco
Penyerang
Lionel Messi
Nicolas Paz
Thiago Almada
Nicolas Gonzalez
Giuliano Simeone
Lautaro Martinez
Julian Alvarez
Jose Manuel Lopez

Keputusan Lionel Scaloni sekali lagi membuktikan bahwa membangun tim juara tidak selalu tentang mengumpulkan pemain paling populer. Chemistry, keseimbangan taktik, dan pengalaman tetap menjadi fondasi utama Argentina dalam menghadapi Piala Dunia 2026.

Kini, perhatian dunia tertuju pada apakah Lionel Messi mampu kembali membawa Argentina berjaya untuk terakhir kalinya, atau justru turnamen ini menjadi awal dari lahirnya generasi baru La Albiceleste.

Maniak Bola

Recent Posts

Klopp Akui Sudah Ditawari Jadi Pelatih Timnas Jerman, tapi Kontrak dengan Red Bull Jadi Penghalang

maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…

3 months ago

Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia, Duel Ambisi Tuan Rumah dan Generasi Emas Setan Merah

maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…

3 months ago

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Dimulai, Jalan Menuju Trofi Semakin Berat

maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…

3 months ago

Menimbang Masa Depan Luka Modric Usai Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…

3 months ago

Mengapa Portugal Belum Mendapatkan Versi Terbaik Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026?

maniakbola.orgĀ  Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…

3 months ago

Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Alarm Bahaya untuk Sepak Bola AFC?

maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…

3 months ago