9 Pemain yang Pernah Membela Juventus dan AC Milan: Penuh Legenda serta Kisah Ikonik

maniakbola.org –9 Pemain yang Pernah Membela Juventus dan AC Milan: Penuh Legenda serta Kisah Ikonik Duel klasik antara Juventus dan AC Milan kembali tersaji pada lanjutan kompetisi Serie A 2025/2026. Laga bergengsi ini akan berlangsung di Allianz Stadium, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. Pertandingan tersebut tidak hanya soal perebutan tiga poin penting, melainkan juga menjadi babak terbaru dari perseteruan panjang dua raksasa sepak bola Italia yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Pertemuan Juventus dan Milan selalu diwarnai gengsi tinggi, sejarah panjang, serta rivalitas yang sarat emosi. Setiap bentrokan keduanya seakan menghadirkan cerita baru yang menambah tebalnya buku sejarah Serie A. Namun, di balik panasnya duel di lapangan, tersimpan fakta menarik bahwa ada cukup banyak pemain yang pernah mengenakan dua seragam berbeda: hitam-putih khas Juventus dan merah-hitam kebanggaan AC Milan.

Fenomena ini semakin memperkaya narasi persaingan. Sebab, setiap kali nama-nama tersebut disebut, publik akan selalu mengingat perjalanan unik mereka, bagaimana bisa meninggalkan satu klub besar untuk kemudian berlabuh ke rival abadi. Dalam sejarah Serie A, setidaknya ada sembilan nama populer yang menorehkan cerita berkesan bersama kedua klub raksasa Italia tersebut.

BACA JUGA : Duel Panas Chelsea vs Liverpool di Stamford Bridge, Ujian Berat Bagi The Reds


1. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo adalah contoh nyata bagaimana perjalanan karier seorang pesepak bola bisa berputar secara dramatis. Pirlo menghabiskan 10 tahun emasnya bersama AC Milan (2001–2011). Ia menjadi motor permainan di lini tengah, memenangkan berbagai trofi, termasuk dua gelar Liga Champions. Namun, ketika kontraknya tidak diperpanjang, ia dilepas begitu saja secara gratis.

Juventus memanfaatkan situasi ini. Dengan kecerdasan bermainnya, Pirlo langsung menjelma sebagai maestro baru di Turin. Bersama Bianconeri, ia membawa Juventus merebut empat gelar Serie A berturut-turut. Transformasi ini menjadikan Pirlo salah satu simbol sukses transfer bebas dalam sejarah sepak bola.


2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic bisa disebut sebagai “pengelana sejati” dunia sepak bola. Penyerang flamboyan asal Swedia itu pernah berseragam Juventus sebelum kemudian bergabung dengan Inter Milan, dan akhirnya menjadi bagian penting AC Milan.

Di Milan, Zlatan sukses meraih Scudetto serta memberikan dampak besar, baik lewat gol-golnya maupun kharismanya di ruang ganti. Karier panjangnya bersama Rossoneri ditutup dengan sangat elegan sebelum ia kembali ke klub dalam kapasitas berbeda, yaitu sebagai bagian dari manajemen. Nama Ibrahimovic akan selalu lekat dengan cerita Juventus dan Milan.


3. Filippo Inzaghi

Filippo Inzaghi dikenal sebagai predator kotak penalti. Insting golnya sering kali membuat kiper lawan tidak berkutik. Setelah sempat bersinar bersama Juventus, pada tahun 2001 ia memilih pindah ke AC Milan.

Langkah itu terbukti sangat tepat. Bersama Milan, Inzaghi menorehkan sejarah manis dengan memenangi dua gelar Liga Champions. Gol-gol pentingnya, termasuk di partai final, menjadikannya salah satu legenda terbesar yang pernah dimiliki Rossoneri. Nama Inzaghi kini dikenang sebagai simbol keampuhan Milan di pentas Eropa.


4. Gonzalo Higuain

Higuain awalnya dikenal sebagai penyerang tajam Napoli. Namun, kepindahannya ke Juventus pada 2016 memicu kontroversi besar di Italia, terutama dari fans Napoli. Sayangnya, perjalanannya di Turin tidak sepenuhnya mulus.

Pada 2018, Higuain dipinjamkan ke AC Milan. Meski periode tersebut tidak berlangsung lama dan ia gagal menampilkan performa konsisten, kehadiran Higuain tetap menambah daftar pemain bintang yang pernah merasakan atmosfer dua klub elite ini. Ia menjadi contoh bahwa tidak semua kisah perpindahan menghasilkan cerita sukses.

BACA JUGA : Barcelona Kembali Cemas: Cedera Tulang Kemaluan Lamine Yamal Kambuh, Flick Pusing Cari Solusi


5. Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci identik dengan Juventus. Ia menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Bianconeri selama bertahun-tahun. Namun, pada 2017, sebuah kejutan besar terjadi ketika ia memutuskan pindah ke AC Milan.

Tidak hanya bergabung, Bonucci juga langsung dipercaya menjadi kapten tim. Meski demikian, kebersamaan itu hanya bertahan satu musim. Ia akhirnya kembali ke Juventus dan melanjutkan kejayaannya sebagai salah satu bek terbaik Italia. Kisah Bonucci menjadi salah satu drama transfer paling menarik di Serie A.


6. Christian Vieri

Christian Vieri dikenal sebagai striker flamboyan Italia yang kerap berganti klub. Pada awal kariernya, ia sempat membela Juventus dan menunjukkan kualitas sebagai bomber berbahaya. Namun, puncak kariernya justru datang ketika memperkuat Inter Milan.

Menjelang akhir karier, Vieri membuat keputusan mengejutkan dengan bergabung ke AC Milan. Meski hanya sebentar, kepindahan tersebut tetap menjadi catatan menarik, mengingat rivalitas ketat antara Milan dan Inter kala itu.


7. Roberto Baggio

Nama Roberto Baggio identik dengan keindahan sepak bola Italia. Bersama Juventus pada era 1990-an, ia tampil memukau dan menjadi ikon sepak bola dunia. Setelah itu, Baggio pindah ke AC Milan dan berhasil mengantarkan Rossoneri menjuarai Serie A.

Dengan ciri khas rambut kuncir kudanya, Baggio akan selalu dikenang sebagai legenda abadi yang pernah memberikan kontribusi berarti untuk kedua klub raksasa tersebut. Bagi banyak penggemar, Baggio adalah simbol romantisme sepak bola Italia.


8. Edgar Davids

Edgar Davids, gelandang enerjik asal Belanda, sempat lebih dulu memperkuat AC Milan sebelum akhirnya bergabung dengan Juventus. Di Turin, Davids benar-benar menemukan performa terbaiknya.

Dengan gaya agresif, tenaga tanpa henti, serta karakter yang kuat, Davids menjadi motor lini tengah Bianconeri di akhir 1990-an. Ia termasuk salah satu gelandang paling disegani di Serie A, sekaligus dikenal dengan gaya khasnya memakai kacamata di lapangan.


9. Pierre Kalulu

Nama terakhir dalam daftar ini adalah Pierre Kalulu, bek muda asal Prancis. Ia sempat tampil cukup menjanjikan bersama AC Milan. Namun, pada awal musim 2024/2025, Kalulu menerima tawaran Juventus.

Kalulu sendiri mengaku sulit menolak ajakan langsung dari pelatih Juve saat itu, Thiago Motta, yang sedang membangun kembali pondasi pertahanan tim. Meski masih muda, Kalulu diyakini bisa menjadi bagian penting dari masa depan Bianconeri.


Penutup

Pertemuan Juventus dan AC Milan tidak hanya melahirkan duel penuh gengsi di atas lapangan, tetapi juga menyajikan kisah unik mengenai para pemain yang pernah mengenakan seragam kedua klub tersebut. Dari sosok legendaris seperti Andrea Pirlo, Roberto Baggio, hingga nama muda Pierre Kalulu, semuanya memberikan warna tersendiri dalam sejarah Serie A.

Setiap kali Juventus dan Milan berhadapan, memori tentang para pemain lintas klub ini kembali terngiang. Mereka bukan hanya sekadar pesepak bola, melainkan bagian dari cerita panjang rivalitas dua kekuatan besar Italia yang tidak akan pernah pudar.

Maniak Bola

Recent Posts

Klopp Akui Sudah Ditawari Jadi Pelatih Timnas Jerman, tapi Kontrak dengan Red Bull Jadi Penghalang

maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…

3 months ago

Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia, Duel Ambisi Tuan Rumah dan Generasi Emas Setan Merah

maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…

3 months ago

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Dimulai, Jalan Menuju Trofi Semakin Berat

maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…

3 months ago

Menimbang Masa Depan Luka Modric Usai Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…

3 months ago

Mengapa Portugal Belum Mendapatkan Versi Terbaik Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026?

maniakbola.org  Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…

3 months ago

Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Alarm Bahaya untuk Sepak Bola AFC?

maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…

3 months ago