maniakbola.org Florian Wirtz Bersama Liverpool di Premier League: 13 Laga Tanpa Gol dan Tanpa Assist, Harapan Masih Tertunda Perjalanan Florian Wirtz bersama Liverpool di Premier League musim ini kembali harus melewati ujian. Harapannya untuk mencatatkan gol perdana kembali tertunda setelah pihak Premier League memastikan bahwa gol penyama kedudukan Liverpool saat ditahan Sunderland 1-1, Kamis (4/12/2025) dini hari WIB, tidak diberikan kepada sang gelandang muda. Alih-alih, gol itu ditetapkan sebagai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Nordi Mukiele.
Keputusan tersebut membuat catatan pribadi Wirtz belum berubah: 13 penampilan di Premier League musim ini, masih tanpa gol maupun assist. Situasi ini tentu menjadi sorotan karena ekspektasi besar publik terhadap salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa itu.
Gol yang Sempat Dianggap Milik Wirtz
Pada laga di Stadium of Light tersebut, Liverpool sebenarnya sempat mendapatkan momentum setelah tampil kesulitan hampir sepanjang pertandingan. Mereka baru benar-benar mampu keluar dari tekanan pada menit ke-81. Dalam skema serangan yang cukup rapi, Wirtz menerima bola di dalam kotak penalti, membuat gerakan tipuan untuk mengecoh pemain belakang Sunderland, lalu melepaskan tembakan yang terlihat mengarah ke gawang.
Bola kemudian mengenai kaki Mukiele dan memantul masuk, membuat publik sempat mengira gol itu merupakan kontribusi langsung Wirtz. Namun setelah dilakukan peninjauan ulang oleh panel akreditasi Premier League, diputuskan bahwa perubahan arah bola akibat defleksi Mukiele terlalu besar untuk tetap dianggap sebagai gol Wirtz.
Premier League kemudian mengumumkan keputusan ini secara resmi melalui Match Centre di platform X, “Gol menit ke-81 Liverpool diklasifikasi sebagai gol bunuh diri oleh Mukiele,” tulis pernyataan tersebut. Keputusan ini menandai bahwa sentuhan awal Wirtz tidak memenuhi kriteria sebagai pencetak gol resmi.
BCA JUGA : Inter Miami vs New York City: Lionel Messi Selangkah Lagi Antar The Herons Menuju Gelar MLS 2025

Kekecewaan untuk Wirtz, Namun Tetap Berusaha Tenang
Keputusan tersebut tentu terasa pahit bagi Wirtz. Sebagai pemain muda yang baru menjalani musim penuh pertamanya di Inggris, mencetak gol perdana tentu menjadi target pribadi yang penting. Apalagi, ia sudah tampil dalam 18 pertandingan Premier League sejak bergabung, namun belum memberikan kontribusi gol maupun assist.
Meski begitu, Wirtz mencoba untuk tidak memperlihatkan kekecewaannya secara berlebihan. Dalam wawancara bersama Sky Sports setelah pertandingan, gelandang internasional Jerman itu mengatakan bahwa poin lebih penting daripada gol pribadi.
“Bukan itu fokus utama saya hari ini. Yang kami butuhkan hanyalah kemenangan, tapi kami hanya meraih satu poin. Itu yang lebih saya pikirkan,” ujar Wirtz dengan nada tenang.
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi tekanan. Ia tahu bahwa sorotan terhadap statistiknya sedang besar-besarnya, namun tetap berusaha profesional dan menjaga motivasi.
Liverpool Sempat Tertinggal, Bangkit Lewat Tekanan Menit Akhir
Dalam pertandingan tersebut, Liverpool bukan hanya kesulitan mencetak gol, tetapi juga harus tertinggal terlebih dahulu. Sunderland yang bermain disiplin mampu memecah kebuntuan pada menit ke-67 melalui gol Chemsdine Talbi. Liverpool yang sebelumnya kesulitan menemukan celah, terpaksa meningkatkan intensitas permainan.
Momentum perubahan terjadi pada 15 menit akhir pertandingan. Jurgen Klopp melakukan beberapa penyesuaian taktik, termasuk mendorong Curtis Jones lebih maju. Upaya tersebut akhirnya berhasil menciptakan situasi yang menghasilkan gol balasan, meski dicatat sebagai bunuh diri Mukiele.
Kombinasi kerja sama antara Jones dan Wirtz pada momen tersebut sebenarnya menjadi kunci terjadinya gol. Meski tidak mendapatkan kredit resmi, kontribusi Wirtz tetap terasa dalam proses gol tersebut.
Wirtz Mengakui Liverpool Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Dalam penyataannya, Wirtz mengaku bahwa Liverpool sedang melalui sejumlah pertandingan yang berat. Performa tim dalam beberapa pekan terakhir memang mengalami penurunan, terutama dalam penyelesaian akhir dan konsistensi permainan.
“Ini periode yang sulit bagi kami sebagai sebuah tim. Namun saya merasa kami berada di jalur yang benar. Kami terus bekerja keras untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Kami ingin kembali ke papan atas,” ungkap Wirtz.
Ucapan itu mencerminkan situasi Liverpool yang pada musim sebelumnya tampil lebih stabil. Musim ini, persaingan Premier League sangatlah ketat, sehingga hasil imbang ataupun kekalahan kecil bisa berdampak besar pada posisi klasemen.
Dampak Hasil Imbang terhadap Klasemen
Tambahan satu poin dari laga kontra Sunderland menempatkan Liverpool di posisi kedelapan klasemen sementara Premier League. Meskipun tidak ideal, posisi tersebut tidak sepenuhnya buruk mengingat selisih poin di papan tengah hingga papan atas sangat tipis.
Liverpool saat ini hanya berjarak dua poin dari zona Liga Champions, sehingga peluang untuk naik ke empat besar masih sangat terbuka. Dengan konsistensi yang mulai terlihat dan beberapa pemain kunci yang mulai menemukan ritme, The Reds masih memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki posisi.
Performa mereka dalam tiga laga terakhir menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum sepenuhnya stabil. Jika Wirtz dan para pemain lain mampu meningkatkan kontribusi individual, Liverpool dapat kembali menjadi ancaman serius bagi klub-klub papan atas lainnya.
BACA JUGA : Sudah Saling Kontak dengan Sumardji, Timur Kapadze Malu-Malu tapi Berminat Jadi Pelatih Timnas Indonesia?

Tekad Wirtz untuk Meningkat
Meski statistik pribadi belum memuaskan, Wirtz menegaskan bahwa dirinya masih berkomitmen penuh untuk membantu Liverpool. Sang gelandang percaya bahwa gol dan assist akan datang seiring waktu.
“Yang penting saya terus bekerja keras. Gol akan datang ketika waktunya tiba. Yang utama adalah bagaimana saya bisa membantu tim,” ujarnya.
Sebagai pemain muda yang baru merasakan atmosfer Premier League, proses adaptasi memang tidak selalu mulus. Intensitas permainan di Liga Inggris dikenal jauh lebih tinggi dibandingkan Bundesliga. Wirtz harus membiasakan diri dengan tekanan fisik, tempo cepat, serta perubahan ritme pertandingan.
Namun dengan bakat dan kemampuan kreativitasnya, banyak yang percaya bahwa Wirtz hanya membutuhkan sedikit waktu sebelum benar-benar menunjukkan kualitasnya.
Menanti Titik Balik
Bagi Liverpool, tantangan utama saat ini adalah menjaga stabilitas di tengah kalender pertandingan yang padat. Sementara bagi Wirtz secara pribadi, momen untuk mencetak gol pertama di Premier League terasa semakin dekat. Gol bunuh diri Mukiele mungkin membuatnya gagal mencatatkan namanya di papan skor, tetapi kontribusinya dalam proses gol tersebut menunjukkan bahwa ia semakin matang.
Dengan General Klopp yang selalu memberikan kepercayaan kepada pemain muda, Wirtz diyakini akan terus mendapatkan jam bermain. Jika ia mampu mempertahankan performanya dan meningkatkan penyelesaian akhir, musim ini masih bisa menjadi titik balik dalam kariernya di Inggris.






