Real Madrid kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim terbaik di Spanyol setelah meraih kemenangan meyakinkan atas Elche dalam lanjutan kompetisi La Liga musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Santiago Bernabeu pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB, tim berjuluk Los Blancos tersebut sukses mengamankan kemenangan dengan skor telak 4-1.
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Real Madrid semakin menjaga tekanan terhadap Barcelona yang masih memimpin klasemen sementara. Dengan hasil tersebut, selisih poin antara kedua raksasa Spanyol itu kini hanya terpaut satu angka saja, membuat persaingan menuju gelar juara semakin memanas di sisa musim ini.
Kemenangan atas Elche juga memperpanjang tren positif Real Madrid yang tampil konsisten sepanjang musim. Salah satu catatan menarik yang berhasil dipertahankan adalah rekor sempurna setiap kali mereka mampu mencetak gol lebih dahulu di pertandingan La Liga. Hingga saat ini, Real Madrid telah menjalani 20 pertandingan liga di mana mereka mencetak gol pembuka dan semuanya berakhir dengan kemenangan tanpa kehilangan satu poin pun.
Sementara itu, situasi berbeda justru dialami oleh Elche. Tim tamu semakin terjebak di papan bawah klasemen setelah kembali gagal meraih kemenangan. Hasil ini membuat mereka sudah melewati 11 pertandingan liga secara beruntun tanpa sekalipun merasakan kemenangan, sebuah catatan yang tentu menjadi alarm bahaya bagi perjuangan mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.
Setelah pertandingan ini, fokus Real Madrid tidak hanya tertuju pada kompetisi domestik. Mereka juga akan menghadapi tantangan besar di panggung Eropa karena dalam waktu dekat harus melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.
BACA JUGA : Kabar Kedekatan Kylian Mbappe dan Ester Exposito Jadi Perbincangan, Benarkah Sedang Berpacaran?
Dominasi Real Madrid di Babak Pertama
Kepercayaan diri para pemain Real Madrid memang sedang berada di level tertinggi. Hal itu tidak lepas dari kemenangan impresif yang mereka raih pada pertengahan pekan sebelumnya saat mengalahkan Manchester City dengan skor 3-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Modal kemenangan tersebut membuat para pemain tampil penuh percaya diri ketika menjamu Elche di Santiago Bernabeu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh para pemain tuan rumah, sementara Elche lebih banyak dipaksa bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Sepanjang babak pertama, tim tamu bahkan hanya mampu mencatat satu percobaan tembakan ke arah gawang, dan itu pun tidak tepat sasaran.
Peluang pertama Real Madrid datang dari gelandang bertahan mereka, Aurelien Tchouaméni. Pemain asal Prancis tersebut mencoba peruntungannya melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melenceng dari sasaran.
Tidak lama kemudian, Antonio Rudiger juga sempat menciptakan peluang berbahaya melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari sisi sayap. Sayangnya, bola hasil tandukannya masih melebar di sisi gawang Elche.
Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil bagi Real Madrid. Gol pembuka tercipta melalui Antonio Rudiger yang memanfaatkan situasi bola mati di depan gawang.
Dalam sebuah kemelut setelah tendangan bebas, bola liar jatuh di area berbahaya dan Rudiger dengan sigap menyambar bola menggunakan tendangan voli keras. Sepakan bek asal Jerman tersebut tidak mampu dihentikan oleh penjaga gawang Elche sehingga membawa Real Madrid unggul 1-0.
Keunggulan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Menjelang berakhirnya babak pertama, Real Madrid berhasil menambah keunggulan melalui gol spektakuler Federico Valverde.
Gol ini bermula dari pergerakan Fran García di sisi kiri yang mengirimkan umpan silang ke arah kotak penalti. Bola kemudian jatuh di tepi kotak penalti dan diterima oleh Valverde. Dengan kontrol yang tenang, gelandang asal Uruguay itu langsung melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke sudut atas gawang.
Kiper Elche tidak mampu menjangkau bola tersebut dan Real Madrid pun menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.
Gol tersebut sekaligus menegaskan dominasi Real Madrid atas Elche dalam sejarah pertemuan kedua tim. Los Blancos bahkan telah mempertahankan rekor luar biasa berupa tidak pernah kalah dari Elche selama 48 tahun di semua ajang kompetisi.
BACA JUGA : 5 Wonderkid Italia yang Berpotensi Mengakhiri Kutukan Piala Dunia Azzurri
Babak Kedua: Rotasi Pemain dan Tambahan Gol
Memasuki babak kedua, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mulai melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Rotasi ini dilakukan untuk menjaga kebugaran para pemain inti, terutama karena mereka akan menghadapi pertandingan penting di Liga Champions melawan Manchester City dalam waktu dekat.
Beberapa pemain kunci seperti Antonio Rudiger dan Federico Valverde ditarik keluar dari lapangan untuk menghindari risiko cedera sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain lain.
Meski melakukan beberapa pergantian pemain, permainan Real Madrid tetap terlihat solid dan efektif.
Gol ketiga bagi tuan rumah akhirnya tercipta melalui aksi bek muda Dean Huijsen. Gol tersebut bermula dari serangan yang dibangun dari sisi sayap oleh pemain muda Daniel Yanez yang baru berusia 18 tahun.
Yanez mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti, dan Huijsen yang berdiri bebas berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang tidak mampu dihalau oleh kiper Elche. Gol ini sekaligus menjadi momen spesial bagi Huijsen yang tampil impresif di lini belakang.
Menjelang akhir pertandingan, Real Madrid hampir kembali menambah gol melalui serangan balik cepat yang dipimpin Gonzalo García. Namun usaha tersebut masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Elche, Matias Dituro, yang melakukan penyelamatan penting.
Elche akhirnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri yang terjadi di lini pertahanan Real Madrid. Manuel Ángel yang berusaha menghalau bola di depan gawang justru secara tidak sengaja mengarahkan bola masuk ke gawang sendiri.
Meski demikian, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Real Madrid justru menutup laga dengan gol indah yang dicetak oleh Arda Guler. Pemain muda asal Turki itu menunjukkan kecerdikannya ketika melihat kiper Elche terlalu maju dari gawang.
Memanfaatkan kesalahan Matias Dituro yang kurang sempurna mengontrol bola, Guler langsung melepaskan tembakan lob dari jarak jauh. Bola melayang melewati kiper dan masuk ke dalam gawang, memastikan kemenangan 4-1 bagi Real Madrid.
Gol tersebut sekaligus menjadi penutup sempurna bagi dominasi Los Blancos dalam pertandingan ini.
Statistik Pertandingan Real Madrid vs Elche
Berikut data statistik pertandingan antara Real Madrid dan Elche:
- Tembakan: 14 – 11
- Tembakan tepat sasaran: 6 – 1
- Penguasaan bola: 47% – 53%
- Operan: 481 – 530
- Akurasi operan: 88% – 88%
- Pelanggaran: 11 – 21
- Kartu kuning: 1 – 3
- Kartu merah: 0 – 0
- Offside: 2 – 1
- Tendangan sudut: 5 – 4
Walau Elche unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan, efektivitas serangan Real Madrid terbukti jauh lebih tajam.
Susunan Pemain
Real Madrid:
Thibaut Courtois; Fran Garcia, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, Dani Carvajal; Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, Thiago Pitarch, Federico Valverde; Vinicius Junior, Brahim Diaz.
Pelatih: Alvaro Arbeloa.
Elche:
Matias Dituro; Leo Petrot, David Affengruber, Victor Chust, Buba Sangare; Federico Redondo, Aleix Febas; German Valera, Lucas Cepeda, Martim Neto; Andre Silva.
Pelatih: Eder Sarabia.




