maniakbola.org- Perjalanan panjang Arsenal menuju gelar Premier League 2025/2026 terasa seperti sebuah film dengan akhir bahagia. Setelah menunggu selama 22 tahun, akhirnya The Gunners kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris. Namun, keberhasilan itu tidak datang secara instan. Semua dimulai dari sebuah laga sederhana pada Boxing Day 2019 ketika Mikel Arteta menjalani debut sebagai manajer Arsenal menghadapi Bournemouth.
Saat itu, Arsenal bukan tim yang ditakuti seperti sekarang. Mereka tampil inkonsisten, ruang ganti disebut tidak harmonis, dan posisi klub di klasemen Premier League jauh dari harapan para pendukung. Banyak yang meragukan keputusan manajemen menunjuk Arteta yang bahkan belum pernah menjadi pelatih kepala sebelumnya.
Namun, enam tahun kemudian, Arteta membungkam semua kritik. Ia mengubah Arsenal menjadi tim muda, agresif, dan penuh identitas permainan. Menariknya, jika melihat kembali starting XI debut Arteta pada 2019, hampir seluruh pemain kini memiliki jalan karier yang sangat berbeda. Ada yang menjadi legenda klub, ada yang pindah ke liga lain, bahkan ada yang sudah pensiun.
Awal Era Baru Arsenal di Bawah Arteta
Pertandingan debut Arteta melawan Bournemouth berakhir dengan skor 1-1. Hasil tersebut memang tidak istimewa, tetapi banyak pengamat melihat adanya perubahan dalam cara bermain Arsenal. Tim mulai tampil lebih disiplin, pressing lebih rapi, dan memiliki struktur permainan yang jelas.
Kala itu, tidak ada yang menyangka laga tersebut menjadi fondasi awal kebangkitan Arsenal menuju juara Premier League 2025/2026. Dari susunan pemain yang tampil malam itu, hanya sedikit yang benar-benar bertahan dalam proyek jangka panjang Arteta.
Bernd Leno – Dari Arsenal ke Fulham
Kiper asal Jerman itu sempat menjadi pilihan utama Arteta di awal masa kepelatihannya. Bernd Leno dikenal memiliki refleks luar biasa dan sering menyelamatkan Arsenal dalam situasi sulit.
Namun, persaingan di bawah mistar semakin ketat ketika Aaron Ramsdale datang. Leno akhirnya kehilangan posisi utama dan memutuskan pindah ke Fulham pada musim panas 2022.
Bersama Fulham, performanya justru kembali stabil. Ia menjadi salah satu penjaga gawang paling konsisten di Premier League dan masih dipercaya sebagai kiper utama hingga sekarang. Kontraknya yang berlaku sampai Juni 2027 menunjukkan Fulham masih sangat mengandalkannya.
Ainsley Maitland-Niles – Potensi Besar yang Tak Pernah Benar-Benar Meledak
Ainsley Maitland-Niles pernah dianggap sebagai salah satu talenta paling fleksibel milik Arsenal. Ia bisa bermain di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, wing-back, hingga gelandang tengah.
Sayangnya, kariernya di Arsenal tidak berkembang sesuai harapan. Ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain seperti West Bromwich Albion, AS Roma, dan Southampton sebelum akhirnya dilepas gratis ke Lyon.
Perjalanan Maitland-Niles menjadi contoh bagaimana persaingan ketat di Premier League dapat membuat pemain muda kesulitan berkembang jika tidak memiliki posisi yang benar-benar tetap.
David Luiz – Pemimpin yang Kontroversial
David Luiz merupakan salah satu pemain senior yang cukup berpengaruh di awal proyek Arteta. Bek asal Brasil itu dikenal berani membawa bola ke depan dan memiliki kemampuan distribusi yang baik.
Namun, di sisi lain, ia juga sering membuat kesalahan fatal yang merugikan tim. Meski begitu, Arteta tetap menghargai pengalaman Luiz sebagai sosok pemimpin di ruang ganti.
Setelah meninggalkan Arsenal, David Luiz kembali ke Brasil bersama Flamengo sebelum akhirnya kembali ke Eropa dan bermain untuk Pafos pada musim 2025/2026, bahkan tampil di kompetisi Liga Champions.
Sokratis Papastathopoulos – Sang Bek Tangguh yang Kini Pensiun
Bek asal Yunani itu datang ke Arsenal pada era Unai Emery dan tetap menjadi bagian penting saat Arteta mengambil alih tim. Sokratis dikenal memiliki karakter keras dan berpengalaman.
Namun, perubahan filosofi permainan Arteta membuatnya perlahan tersingkir. Arsenal membutuhkan bek yang lebih nyaman bermain dari belakang, sesuatu yang bukan kekuatan utama Sokratis.
Setelah sempat bermain untuk Olympiakos dan Real Betis, ia resmi pensiun pada akhir musim 2024/2025.
Bukayo Saka – Simbol Kebangkitan Arsenal
Di antara semua pemain dalam starting XI debut Arteta, nama Bukayo Saka jelas menjadi cerita paling sukses. Saat itu, Saka masih dianggap pemain muda potensial. Kini, ia telah berubah menjadi ikon utama Arsenal.
Pemain asal Inggris tersebut berkembang menjadi salah satu winger terbaik dunia. Statistiknya luar biasa: lebih dari 50 gol dan 50 assist di Premier League sebelum usia 25 tahun.
Kontribusinya pada musim juara Arsenal 2025/2026 sangat besar. Kecepatan, kreativitas, dan konsistensinya membuat Saka menjadi pusat permainan The Gunners.
Banyak pengamat bahkan mulai menempatkan Saka sejajar dengan pemain elite dunia lainnya. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi legenda modern Arsenal.
Lucas Torreira – Menemukan Kebahagiaan di Turki
Lucas Torreira sebenarnya datang ke Arsenal dengan ekspektasi tinggi setelah tampil impresif bersama Sampdoria. Ia diharapkan menjadi gelandang pekerja keras yang bisa memperkuat lini tengah.
Namun, gaya bermain Premier League ternyata tidak terlalu cocok untuknya. Setelah menjalani masa peminjaman di Atletico Madrid dan Fiorentina, Torreira akhirnya pindah permanen ke Galatasaray.
Keputusan itu terbukti tepat. Bersama klub Turki tersebut, ia berhasil memenangkan empat gelar liga beruntun dan menjadi pemain penting di lini tengah.
Granit Xhaka – Dari Dicemooh Fans Menjadi Pemimpin
Perjalanan Granit Xhaka di Arsenal penuh drama. Ia pernah kehilangan ban kapten dan mendapat hujatan dari fans setelah insiden emosional di lapangan.
Namun, Arteta menjadi salah satu sosok yang berhasil menghidupkan kembali kariernya. Xhaka berubah menjadi pemimpin penting di lini tengah Arsenal.
Setelah membantu Arsenal kembali bersaing di papan atas, ia pindah ke Bayer Leverkusen pada 2023 dan sukses meraih gelar Bundesliga. Kini, pada musim 2025/2026, ia memperkuat Sunderland.
Transfer tersebut cukup mengejutkan, tetapi menunjukkan bahwa pengalaman Xhaka masih sangat dihargai di sepak bola Inggris.
Mesut Ozil – Akhir yang Pahit di Arsenal
Nama Mesut Ozil selalu menjadi topik emosional bagi fans Arsenal. Sang playmaker Jerman pernah dianggap sebagai salah satu pemain paling berbakat yang dimiliki klub dalam era modern.
Namun, hubungan Ozil dan Arteta perlahan memburuk. Ia mulai tersingkir dari skuad utama hingga akhirnya meninggalkan Arsenal pada Januari 2021.
Setelah bermain untuk Fenerbahce dan Istanbul Basaksehir, Ozil memutuskan pensiun pada akhir musim 2022/2023.
Meski akhir kariernya di Arsenal terasa pahit, banyak fans tetap mengingat momen-momen magisnya di lapangan, terutama kemampuan umpan dan visi bermain yang luar biasa.
Reiss Nelson – Masih Berjuang Menemukan Tempat
Reiss Nelson termasuk salah satu pemain muda Arsenal yang sempat digadang-gadang memiliki masa depan cerah. Namun, inkonsistensi dan minimnya menit bermain membuat perkembangannya terhambat.
Ia sempat dipinjamkan ke Hoffenheim, Feyenoord, Fulham, hingga Brentford. Pada musim 2025/2026, Nelson kembali menjalani masa pinjaman bersama Brentford meski kontraknya dengan Arsenal masih berlaku hingga Juni 2026.
Karier Nelson menunjukkan bahwa tidak semua talenta akademi bisa langsung berkembang menjadi bintang besar.
Pierre-Emerick Aubameyang – Mesin Gol yang Hubungannya Retak dengan Arteta
Pada awal era Arteta, Pierre-Emerick Aubameyang masih menjadi andalan utama Arsenal. Striker Gabon itu dikenal tajam dan memiliki kecepatan luar biasa.
Namun, hubungan keduanya memburuk akibat masalah disiplin. Aubameyang akhirnya hengkang pada Januari 2022.
Setelah bermain untuk Chelsea, Marseille, dan Al Qadsiah, kini ia kembali memperkuat Marseille pada musim 2025/2026.
Walau kariernya terus berpindah-pindah, insting gol Aubameyang tetap menjadi senjata utama yang membuatnya bertahan di level tertinggi.
Alexandre Lacazette – Mencari Tantangan Baru di Arab Saudi
Alexandre Lacazette menjadi salah satu striker penting Arsenal selama lima musim. Ia dikenal bukan hanya karena gol, tetapi juga kemampuan membuka ruang dan membantu permainan tim.
Setelah kembali ke Lyon pada 2022, Lacazette memilih melanjutkan karier di Arab Saudi bersama NEOM SC pada musim 2025/2026.
Kepindahan ini memperlihatkan bagaimana Liga Arab Saudi kini semakin menarik banyak pemain top Eropa.
Arsenal 2025/2026: Buah Kesabaran dan Proyek Jangka Panjang
Keberhasilan Arsenal menjadi juara Premier League 2025/2026 tidak lepas dari kesabaran klub mempertahankan Arteta saat hasil belum maksimal di awal masa kepelatihannya.
Kini, Arsenal memiliki skuad muda yang matang, identitas permainan yang kuat, dan mental juara yang sudah terbentuk. Bukayo Saka menjadi simbol keberhasilan proyek tersebut, sementara nama-nama lain dari starting XI debut Arteta kini tersebar di berbagai belahan dunia.
Melihat perjalanan ini, Arsenal tampaknya belum akan berhenti. Dengan fondasi kuat yang sudah dibangun, The Gunners berpotensi mendominasi Premier League dalam beberapa musim ke depan.
Kesuksesan Arteta juga menjadi bukti bahwa membangun tim besar membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberanian untuk bertahan pada visi jangka panjang.




