MANIAKBOL.ORG– AC Milan Dipermalukan Parma di San Siro: Evaluasi Lengkap Performa Rossoneri Kekalahan menyakitkan harus diterima AC Milan saat menjamu Parma pada pekan ke-26 Serie A, Senin (23/2/2026) dini hari WIB. Bermain di hadapan publik sendiri di San Siro, Rossoneri takluk dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang sebetulnya mereka kuasai dari sisi permainan.
Sepanjang 90 menit, Milan terlihat dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan. Namun dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Justru tim tamu yang tampil lebih efektif berhasil mencuri kemenangan lewat satu momen krusial di babak kedua.
Gol semata wayang dalam pertandingan ini dicetak oleh Mariano Troilo pada menit ke-80 melalui sundulan memanfaatkan situasi bola mati. Kelengahan lini pertahanan Milan menjadi faktor utama lahirnya gol tersebut. Hasil ini membuat posisi Milan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara, namun jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, kini terpaut 10 poin.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan pelatih mereka. Secara kolektif permainan tidak sepenuhnya buruk, tetapi detail kecil dan performa individu sangat memengaruhi hasil akhir. Berikut ulasan lengkap performa para pemain AC Milan dalam laga tersebut.
Kiper dan Lini Belakang
Mike Maignan – 5
Penjaga gawang andalan Milan ini sebenarnya tidak mendapat banyak tekanan sepanjang laga. Parma lebih sering menunggu dan mengandalkan serangan balik serta bola mati. Maignan tampil cukup tenang saat mengamankan beberapa peluang ringan. Namun, pada momen gol Troilo, ia tidak mampu melakukan penyelamatan krusial. Meski posisi dan reaksinya tidak sepenuhnya salah, tetap saja hasil akhirnya mengecewakan karena satu-satunya tembakan tepat sasaran berbahaya berujung gol.
Fikayo Tomori – 5,5
Bek tengah ini sempat terlihat kurang sigap di awal pertandingan, terutama saat mengantisipasi bola-bola atas. Ia beberapa kali kalah dalam duel udara yang nyaris membahayakan. Meski demikian, performanya membaik seiring berjalannya waktu. Tomori juga sempat mengirimkan umpan panjang akurat ke arah Rafael Leao yang membuka peluang serangan cepat. Secara keseluruhan, penampilannya cukup stabil meski belum sepenuhnya solid.
Koni De Winter – 6,5
Di antara para pemain belakang Milan, De Winter tampil paling konsisten. Ia menunjukkan ketenangan dalam membaca arah serangan lawan serta unggul dalam sejumlah duel satu lawan satu. Distribusi bolanya dari lini belakang juga cukup rapi dan membantu membangun serangan dari bawah. Dalam laga yang sulit ini, De Winter layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik Milan.
Davide Bartesaghi – 5
Bartesaghi memiliki momen positif saat melepaskan umpan silang matang ke arah Adrien Rabiot. Namun secara defensif, ia menjadi titik lemah dalam skema pertahanan Milan. Pada proses terjadinya gol Parma, ia kalah dalam duel udara dan gagal mengantisipasi pergerakan lawan. Selain itu, ia juga kesulitan menghalau crossing yang datang dari sisi sayap. Penampilan yang kurang meyakinkan ini menjadi bahan evaluasi penting.
BACA JUGA : Jadwal Lengkap Liga Inggris 21–24 Februari 2026: Big Match Tottenham vs Arsenal Jadi Sorotan
Lini Tengah
Alexis Saelemaekers – 5,5
Saelemaekers memperlihatkan usaha keras dalam membuka ruang dan melakukan penetrasi dari sisi lapangan. Ia beberapa kali mencoba melakukan kombinasi dengan rekan setimnya. Namun, sentuhan akhirnya kurang presisi. Beberapa peluang yang seharusnya bisa berkembang menjadi ancaman justru terhenti karena keputusan yang kurang tepat.
Ruben Loftus-Cheek – Tanpa Nilai
Gelandang ini harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah mengalami cedera hanya 11 menit sejak kickoff. Absennya Loftus-Cheek cukup memengaruhi keseimbangan lini tengah Milan, terutama dalam hal duel fisik dan transisi menyerang.
Luka Modric – 6
Meski tak lagi muda, Modric tetap menunjukkan etos kerja tinggi. Ia aktif membantu serangan dengan masuk ke area kotak penalti serta rajin menjemput bola dari lini belakang. Dalam fase bertahan, ia juga disiplin menjaga area. Namun secara keseluruhan, kontribusinya belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Adrien Rabiot – 6
Rabiot tampil cukup aman dalam mengatur tempo permainan. Ia hampir mencatatkan assist untuk Leao dan membantu mengalirkan bola ke sisi sayap tempat Pulisic beroperasi. Sayangnya, sepak pojok yang ia berikan kepada Parma menjadi awal dari gol lawan. Meski tidak sepenuhnya bisa disalahkan, detail tersebut tetap menjadi catatan.
Pervis Estupinan – 5,5
Biasanya dikenal dengan kemampuan overlap dan crossing akurat, Estupinan kali ini tampil kurang menggigit. Ia tetap aktif naik membantu serangan, namun umpan-umpannya tidak efektif. Dalam bertahan, ia cukup disiplin, tetapi kontribusi ofensifnya belum maksimal.
Lini Serang
Christian Pulisic – 5
Pulisic memiliki dua peluang emas, masing-masing di babak pertama dan kedua. Sayangnya, penyelesaian akhirnya kurang tajam. Ia sebenarnya menunjukkan kerja keras luar biasa dengan terus berlari dan menekan pertahanan lawan. Namun dalam sepak bola, efektivitas di depan gawang sangat menentukan. Gagal memanfaatkan kesempatan membuat penampilannya terasa kurang maksimal.
Rafael Leao – 5,5
Leao beberapa kali menciptakan ancaman lewat kecepatannya di sisi kiri. Ia mengirimkan sejumlah umpan silang berbahaya dan hampir mencetak gol lewat sundulan yang membentur tiang gawang. Namun, di momen-momen krusial, sentuhan akhirnya kurang presisi. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah bagi pemain asal Portugal tersebut.
BACA JUGA : Persija Jakarta Bungkam PSM Makassar 2-1, Gol Penentu Hadir di Momen Krusial
Pemain Pengganti
Jashari – 6
Masuk sebagai pemain pengganti, Jashari memberikan energi tambahan di lini tengah. Ia menciptakan beberapa peluang setengah matang dan membantu mempercepat tempo permainan. Meski begitu, kontribusinya belum mampu mengubah hasil akhir.
Pavlovic – 5,5
Pavlovic cukup agresif dalam duel udara dan sempat menciptakan situasi berbahaya. Namun, penyelesaian akhirnya kurang tajam. Upayanya belum membuahkan hasil konkret bagi tim.
Fullkrug – 5,5
Fullkrug diharapkan menjadi pembeda di lini depan. Namun, ia kurang mendapat suplai bola matang. Dalam beberapa situasi crossing, ia kalah posisi dari bek lawan. Pengaruhnya terhadap permainan relatif minim.
Nkunku – Tanpa Nilai
Waktu bermain yang sangat singkat membuat Nkunku sulit dinilai secara objektif. Ia belum sempat memberikan dampak berarti.
Athekame – Tanpa Nilai
Masuk di menit akhir, Athekame juga tidak memiliki cukup waktu untuk menunjukkan kontribusi nyata.
Evaluasi dan Dampak di Klasemen
Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Milan bahwa dominasi permainan saja tidak cukup. Efektivitas, konsentrasi dalam bertahan, serta ketajaman penyelesaian akhir harus segera diperbaiki. Dengan selisih 10 poin dari Inter Milan, peluang mengejar gelar semakin menantang.
Masih ada sejumlah pertandingan tersisa musim ini, namun konsistensi menjadi kunci utama jika Rossoneri ingin tetap bersaing di papan atas. Laga ini membuktikan bahwa satu kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Bagi Milan, evaluasi menyeluruh atas performa individu dan kolektif sangat dibutuhkan. Jika ingin kembali ke jalur kemenangan, peningkatan kualitas di kedua kotak penalti menjadi prioritas utama pada pekan-pekan berikutnya.