Cerita Mistis Sepak Bola Indonesia: Rahmad Darmawan dan Praktik Supranatural di Awal Kariernya

MANIAKBOLA.ORG Cerita Mistis Sepak Bola Indonesia: Rahmad Darmawan dan Praktik Supranatural di Awal Kariernya Dalam dunia sepak bola Indonesia, nama Rahmad Darmawan bukanlah sosok asing. Ia dikenal luas sebagai pelatih berpengalaman yang telah menangani banyak klub papan atas seperti Persija Jakarta, Sriwijaya FC, hingga pernah menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia. Namun, di balik kesuksesan kariernya di lapangan hijau, tersimpan kisah mistis yang mengejutkan sekaligus menarik perhatian publik.

Baru-baru ini, melalui sebuah siniar berjudul Bicara Bola yang dipandu oleh jurnalis olahraga senior Akmal Marhali, Rahmad Darmawan — atau yang akrab disapa Coach RD — membagikan pengalaman spiritual dan supranatural yang pernah ia jalani saat masih menjadi pemain muda. Cerita ini membuka tabir kepercayaan masyarakat terhadap praktik mistis dalam dunia olahraga, terutama sepak bola, pada era 1980-an.

Awal Karier dan Pengaruh Lingkungan

Rahmad Darmawan mengungkapkan bahwa ketika dirinya masih duduk di bangku SMP kelas 1, sekitar usia 13 tahun, ia sudah aktif bermain sepak bola dan bahkan sudah sering tampil di level senior. Bakatnya sebagai gelandang muda membuatnya menjadi sorotan di kampung halamannya, sekaligus menjadi incaran para pemain lawan.

“Saya waktu itu masih SMP kelas 1, tapi sudah main di level senior. Di kampung, saya sudah dianggap pemain bintang,” ujar RD.

Karena kehebatannya tersebut, banyak orang di sekitarnya khawatir akan keselamatannya di lapangan. Lingkungan tempat ia tumbuh masih sangat kental dengan kepercayaan mistis, dan hal ini turut membentuk pola pikirnya saat itu. Sejumlah “orang pintar” — sebutan lokal bagi dukun atau paranormal — menyarankan RD untuk menggunakan jimat agar lebih kuat, kebal, dan tidak mudah cedera.

Dalam dunia sepak bola Indonesia, nama Rahmad Darmawan bukanlah sosok asing. Ia dikenal luas sebagai pelatih berpengalaman yang telah menangani banyak klub papan atas seperti Persija Jakarta, Sriwijaya FC, hingga pernah menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia

Puasa Putih 40 Hari dan Jimat Gotri Sepeda

Salah satu praktik yang dijalaninya adalah puasa putih atau dalam istilah lokal disebut puasa mutih, yakni hanya makan nasi putih dan minum air putih — tanpa garam, lauk, maupun bumbu — selama 40 hari penuh.

“Bayangin saya anak SMP, usia segitu udah disuruh puasa mutih 40 hari. Gila nggak? Tapi saya jalani,” ucapnya sambil tertawa mengenang masa lalu.

Namun, praktik yang paling ekstrem adalah saat RD diminta menelan gotri sepeda, yaitu bola logam kecil berbentuk bulat seperti peluru yang biasa ada di dalam bearing roda sepeda. Ia mengakui bahwa hal ini sangat tidak lazim dan kini dianggap berbahaya, namun pada saat itu dipercaya bisa memberikan kekuatan tambahan.

“Itu gotri, kamu tahu gotri? Yang bulat-bulat kayak peluru kecil, dimakan! Itu bagian dari ritual juga,” tuturnya dengan ekspresi antara tak percaya dan geli sendiri.

Jimat, Pelor, dan Rasa Takut Orang Sekitar

Tak hanya satu atau dua jimat yang ia simpan, RD juga mengaku memiliki banyak jenis jimat lain, seperti pelor — atau peluru — yang disimpan di bawah bantal atau diselipkan dalam pakaian saat bertanding. Ia mengaku semua itu bukan atas keinginannya sendiri, tetapi karena didorong oleh kekhawatiran orang-orang di sekitarnya.

“Saya sih awalnya nggak percaya begituan, tapi karena orang-orang di kampung takut saya kenapa-kenapa, ya saya nurut aja. Mereka bilang saya bisa celaka kalau nggak dilindungi,” kata RD.

Dalam beberapa tahun, tepatnya hingga duduk di kelas tiga SMA, RD hidup berdampingan dengan berbagai benda mistis itu. Namun, semuanya berubah secara drastis saat suatu hari ibunya secara tidak sengaja menemukan tumpukan jimat yang disimpan di kamar.

Reaksi Orang Tua dan Upaya Penyucian Diri

Kemarahan sang ibu menjadi titik balik dalam hidup RD. Sang ibunda merasa kecewa dan marah setelah menemukan banyak benda asing di bawah tumpukan baju anaknya. Ia langsung menegur dan meminta RD untuk berhenti mempercayai hal-hal seperti itu.

“Pas ketahuan, ibu saya langsung marah besar. Dibilangnya saya kayak orang nggak punya iman. Di situlah saya sadar bahwa saya harus keluar dari semua ini,” kenangnya.

Mendapat tekanan dari keluarga, RD akhirnya memutuskan untuk menghentikan semua praktik tersebut. Ia dibawa oleh orang tuanya ke seorang Kiai, seorang tokoh agama setempat, untuk menjalani ritual pembersihan diri dari segala bentuk pengaruh mistis. Proses tersebut memakan waktu dan tak mudah, terutama karena beberapa pantangan harus dilanggar untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak lagi tunduk pada kekuatan supranatural.

“Saya diminta makan makanan yang dulu dilarang. Minum ini, makan itu. Semua dilakukan biar saya bersih. Dan alhamdulillah, saya akhirnya bisa lepas dari itu semua,” tuturnya dengan penuh syukur.

Praktik Mistis dalam Sepak Bola: Masih Ada?

Cerita RD ini hanyalah satu dari sekian banyak kisah mistis yang kerap beredar di dunia sepak bola Indonesia. Bahkan hingga kini, masih ada saja laporan bahwa beberapa pemain atau klub masih mempercayai hal-hal serupa, mulai dari mandi kembang sebelum laga penting, memakai pakaian khusus, hingga ritual di tempat keramat sebelum pertandingan.

Meski zaman sudah berubah dan ilmu pengetahuan semakin berkembang, warisan budaya dan kepercayaan lokal masih menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia olahraga.

Namun, kisah Rahmad Darmawan menjadi pengingat bahwa talenta, kerja keras, dan keyakinan pada Tuhan tetap menjadi kunci utama untuk sukses di lapangan hijau — bukan sekadar bergantung pada jimat atau praktik mistis.


Penutup: Inspirasi dari Sebuah Perjalanan

Kini, Rahmad Darmawan tak hanya dikenal sebagai pelatih tangguh yang pernah membawa timnya menjuarai berbagai kompetisi, tetapi juga sebagai pribadi yang telah melewati fase hidup penuh pelajaran. Pengalaman masa lalunya menjadi cerminan bahwa jalan menuju sukses bisa penuh liku, bahkan hal-hal yang kini dianggap aneh atau tak masuk akal pernah menjadi bagian dari prosesnya.

Cerita ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda: jangan mudah tergoda oleh jalan pintas atau mitos, karena pada akhirnya, dedikasi, latihan keras, dan mental juara lah yang akan menentukan nasibmu sebagai atlet sejati.

Maniak Bola

Recent Posts

Klopp Akui Sudah Ditawari Jadi Pelatih Timnas Jerman, tapi Kontrak dengan Red Bull Jadi Penghalang

maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…

3 months ago

Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia, Duel Ambisi Tuan Rumah dan Generasi Emas Setan Merah

maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…

3 months ago

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Dimulai, Jalan Menuju Trofi Semakin Berat

maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…

3 months ago

Menimbang Masa Depan Luka Modric Usai Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…

3 months ago

Mengapa Portugal Belum Mendapatkan Versi Terbaik Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026?

maniakbola.org  Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…

3 months ago

Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Alarm Bahaya untuk Sepak Bola AFC?

maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…

3 months ago