maniakbola.org- KeberhasilanPersib Bandungmenutup musim dengan gelar juara BRI Super League 2025/2026 menjadi momen yang sangat emosional bagi para Bobotoh. Di tengah tekanan besar sepanjang musim, skuad asuhan Bojan Hodak akhirnya mampu mempertahankan konsistensi hingga pekan terakhir dan memastikan diri berada di puncak klasemen. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada satu cerita menarik yang ikut mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia dan Eropa: kebanggaan keluarga Reijnders.
Nama Eliano Reijnders menjadi sorotan setelah berhasil membawa Persib meraih gelar juara. Lebih spesial lagi, pencapaian itu mendapat apresiasi langsung dari sang kakak, Tijjani Reijnders, yang musim ini bermain di Liga Inggris bersama Manchester City.
Momen sederhana di media sosial itu langsung menjadi perbincangan hangat. Banyak penggemar melihat bagaimana hubungan keluarga tetap kuat meskipun keduanya berkarier di kompetisi dan negara yang berbeda.
Persib Bandung Tutup Musim dengan Gelar Juara Dramatis
Persib Bandung menjalani laga penentuan kontra Persijap Jepara pada pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/05/2026) sore WIB.
Pertandingan berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Persib sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang emas, namun solidnya pertahanan Persijap membuat laga berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0.
Meski gagal meraih kemenangan di laga terakhir, hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan Persib keluar sebagai juara. Maung Bandung mengakhiri musim dengan koleksi 79 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC yang berada di posisi kedua.
Namun, Persib unggul dalam rekor head-to-head sehingga berhak mengangkat trofi juara musim ini. Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi gelar ketiga berturut-turut Persib di era kepelatihan Bojan Hodak.
Dominasisib dalam tiga musim terakhir menampilkan bahwa klub asal Bandung itu kini menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia. Konsistensi permainan, kedalaman skuad, serta mental juara menjadi faktor utama kesuksesan mereka.
Eliano Reijnders Jadi Bagian Penting Kesuksesan Persib
Musim ini, Eliano Reijnders memang bukan satu-satunya bintang di skuad Persib, namun kontribusinya sangat terasa di lini tengah. Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu menghadirkan keseimbangan permainan lewat visi bermain, distribusi bola, dan kemampuan menjaga tempo pertandingan.
Kehadirannya memberikan dimensi berbeda bagi Persib. Ia mampu menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, sekaligus menghadirkan kreativitas dalam membangun serangan.
Tak sedikit pengamat menilai Eliano menjadi salah satu transfer terbaik Persib dalam beberapa musim terakhir. Adaptasinya terhadap atmosfer sepak bola Indonesia berjalan sangat cepat, sesuatu yang tidak mudah dilakukan pemain yang lama berkarier di Eropa.
Selain kualitas teknis, Eliano juga menunjukkan karakter pekerja keras. Ia tampil disiplin, tidak banyak kontroversi, dan fokus membantu tim mencapai target juara.
Keberhasilan musim ini semakin mempertegas bahwa Eliano bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan bagian penting dari proyek besar Persib Bandung.
Kebanggaan Tijjani Reijnders dari Manchester
Keberhasilan Persib rupanya ikut ditayangkan langsung oleh Tijjani Reijnders dari Inggris. Meski sibuk menjalani musim bersama Manchester City, sang kakak tetap meluangkan waktu untuk menyaksikan perjuangan Eliano melalui siaran live streaming.
Setelah pertandingan berakhir, Tijjani langsung mengunggah poster juara Persib Bandung di Instagram Story akun pribadinya, @tijjanireijnders.
Pesan yang ditulis memang singkat, tetapi penuh makna.
Bagus sekali, tulis Tijjani sambil menambahkan emoji trofi juara.
Tak berhenti sampai di situ, Tijjani kembali mengunggah foto Eliano yang sedang meraih medali juara di ruang ganti Persib Bandung. Dalam foto tersebut, Eliano tampak duduk santai di depan trofi BRI Super League sambil tersenyum bangga.
Unggahan itu langsung viral di media sosial. Banyak suporter Persib yang tersentuh melihat dukungan keluarga yang begitu hangat. Tidak sedikit pula yang memuji kerendahan hati Tijjani meski bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.
Momen ini juga menampilkan bagaimana sepak bola mampu menyatukan keluarga, terlepas dari perbedaan kompetisi maupun negara tempat mereka bermain.
Nasib Berbeda Dua Bersaudara Reijnders
Menariknya, musim 2025/2026 menghadirkan cerita yang sangat kontras bagi dua bersaudara ini.
Eliano berhasil menutup musim dengan trofi liga bersama Persib Bandung. Sebaliknya, Tijjani Reijnders harus menerima kenyataan gagal membawa Manchester City menjadi juara Liga Inggris.
Musim ini, Manchester City kalah bersaing dari Arsenal yang sukses mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk meraih gelar Premier League.
Kepastian juara Arsenal terjadi pada pekan ke-37 ketika Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan AFC Bournemouth.
BACA JUGA : Perpisahan Dani Carvajal Tutup Era Emas Real Madrid, Bernabeu Jadi Saksi Akhir Generasi Legendaris
Bagi Tijjani pribadi, musim ini juga cukup menantang. Ia memang tampil dalam 46 pertandingan di semua kompetisi bersama City, namun tidak selalu menjadi pilihan utama.
Statistiknya sebenarnya cukup mengesankan:
46 pertandingan di semua kompetisi
7 gol
8 assist
27 laga Premier League
18 kali menjadi starter di liga
Meski gagal juara Liga Inggris, Tijjani tetap membantu Manchester City meraih dua trofi domestik, yakni Piala FA dan Piala EFL.
Situasi ini menunjukkan betapa kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa. Bahkan pemain berkualitas pun tetap harus berjuang ekstra untuk mendapatkan posisi inti secara reguler.
Dominasi dan Masa Depan yang Menjanjikan
Keberhasilan Persib meraih tiga gelar liga beruntun menjadi bukti bahwa mereka sedang membangun dinasti baru di sepak bola Indonesia.
Di bawah Bojan Hodak, Persib tampil jauh lebih stabil dibandingkan beberapa musim sebelumnya. Mereka tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga matang secara mental.
Hal ini terlihat dari kemampuan Persib menghadapi tekanan di kompetisi pekan-pekan akhir. Saat rival mulai kehilangan konsistensi, Persib justru mampu menjaga ritme permainan.
Keberadaan pemain seperti Eliano Reijnders juga membuka peluang besar bagi Persib untuk semakin diperhitungkan di level Asia. Jika manajemen mampu mempertahankan inti skuad dan menambah kedalaman tim, Persib berpotensi tampil lebih kompetitif di kompetisi antarklub Asia musim depan.
Selain itu, keberhasilan Eliano juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain diaspora lainnya untuk berkarier di Indonesia. Suasana sepak bola Indonesia yang semakin berkembang membuat Liga 1 kini semakin menarik bagi pemain keturunan yang ingin membangun koneksi dengan tanah leluhurnya.
BACA JUGA : Michael Carrick Resmi Tangani Manchester United, Siapa Untung dan Untung?
Dukungan Keluarga Jadi Motivasi Tambahan
Dalam sepak bola modern, dukungan keluarga sering menjadi faktor penting dalam membalikkan kinerja pemain. Hal itu terlihat jelas dalam hubungan Eliano dan Tijjani Reijnders.
Meski berkarier di jalur yang berbeda, keduanya tetap mendukung dan bangga satu sama lain. Situasi ini memberikan gambaran positif tentang profesionalisme sekaligus kedekatan keluarga.
Bagi Eliano, dukungan sang kakak yang bermain di level elite Eropa tentu menjadi motivasi besar untuk terus berkembang. Sementara bagi Tijjani, melihat adiknya sukses meraih trofi juga menjadi kebanggaan tersendiri di tengah musim yang tidak sepenuhnya berjalan mulus bersama Manchester City.
penutup
Keberhasilan Persib Bandung menjuarai BRI Super League 2025/2026 bukan hanya soal trofi semata. Ada cerita perjuangan, konsistensi, dan kerja keras yang terbangun sepanjang musim.
Di tengah euforia Bobotoh, kisah Eliano dan Tijjani Reijnders menjadi warna tersendiri yang membuat momen juara Persib terasa lebih emosional. Satu saudara sukses mengangkat trofi di Indonesia, sementara yang lain tetap menunjukkan dukungan penuh dari panggung sepak bola Eropa.
Musim ini mungkin menjadi awal dari cerita yang lebih besar bagi Eliano Reijnders bersama Persib Bandung. Jika mampu mempertahankan performa dan terus berkembang, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi salah satu ikon baru di sepak bola Indonesia.
Dan bagi Persib Bandung, gelar ketiga beruntun ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka belum selesai. Dominasi Maung Bandung sepertinya masih akan terus berlanjut pada musim-musim mendatang.




