Pertarungan sengit tersaji di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/9/2025) petang WIB, saat Arema FC menjamu tamunya Persib Bandung dalam lanjutan pekan keenam BRI Super
maniakbola.org – Pertarungan sengit tersaji di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/9/2025) petang WIB, saat Arema FC menjamu tamunya Persib Bandung dalam lanjutan pekan keenam BRI Super League 2025/2026. Laga penuh drama ini akhirnya dimenangkan Persib dengan skor tipis 2-1, meski sempat tertinggal lebih dulu dan harus bermain dengan 10 orang setelah bek andalan mereka, Frans Putros, menerima kartu merah.
Kemenangan ini terasa begitu spesial bagi tim berjuluk Pangeran Biru, mengingat situasi sulit yang mereka hadapi sepanjang babak kedua. Sementara bagi tuan rumah Singo Edan, kekalahan menyakitkan ini terasa ironis karena mereka sempat berada di atas angin pada awal laga.
BACA JUGA : 5 Faktor Kunci Penentu Duel Arsenal vs Manchester City di Emirates Stadium
Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Didukung ribuan Aremania di tribun, Arema langsung tampil menekan sejak menit awal. Strategi ofensif pelatih Marcos Santos membuahkan hasil di menit ke-12.
Paulinho Moccelin, yang bermain impresif di sektor sayap, melepaskan umpan matang ke arah kotak penalti. Bola kemudian disambar oleh Matheus Balde dengan sepakan terukur yang tak mampu dibendung Teja Paku Alam. Gol ini membuat Stadion Kanjuruhan bergemuruh, sekaligus memberikan kepercayaan diri tinggi bagi pasukan Singo Edan.
Persib tidak tinggal diam. Anak asuh Bojan Hodak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang tercipta, salah satunya dari Ramon Tanque. Mendapat suplai bola apik dari Thom Haye, sepakan keras Tanque hanya bisa membentur mistar gawang. Upaya lain melalui kombinasi Beckham Putra dan Saddil Ramdani juga belum mampu merobek jala Adi Satryo.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persib Bandung tampil lebih agresif. Bojan Hodak meminta anak asuhnya bermain lebih menekan dari lini tengah. Perubahan itu membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-59.
Adalah Uilliam Barros yang menjadi penyelamat. Penyerang asal Brasil itu sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah di kotak penalti. Gol Barros sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim tamu yang sejak babak pertama terus mencari celah pertahanan Arema.
Namun, hanya lima menit berselang, Persib justru mendapat cobaan berat. Frans Putros, bek tangguh asal Irak yang jadi pilar lini belakang, melakukan pelanggaran keras yang membuat wasit mengganjarnya kartu merah langsung pada menit ke-64. Situasi ini membuat Persib harus bermain dengan 10 pemain, dan otomatis mengubah jalannya pertandingan.
Unggul jumlah pemain membuat Arema meningkatkan intensitas serangan. Berkali-kali Yann Motta dan Dalberto Luan mencoba memberi ancaman. Upaya Arkhan Fikri dari luar kotak penalti hampir saja berbuah gol, namun penyelamatan gemilang Teja Paku Alam menjaga Persib tetap bertahan.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, drama terjadi di masa injury time. Pada menit 90+3, Persib berhasil mencetak gol kemenangan. Melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Willian Moreira, bola melayang ke kotak penalti dan disambar Federico Barba dengan sundulan keras. Gol tersebut membungkam Kanjuruhan sekaligus memastikan tiga poin penting bagi Pangeran Biru.
Kemenangan dramatis ini membawa Persib merangsek ke peringkat keempat klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 10 poin dari enam pertandingan. Hasil tersebut semakin menegaskan ambisi Persib untuk bersaing di papan atas musim ini.
Sementara itu, Arema harus puas tertahan di posisi ketujuh dengan delapan poin. Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Singo Edan, apalagi mereka sempat menguasai jalannya pertandingan sebelum kebobolan di menit-menit akhir.
Arema FC (4-3-3):
Adi Satriyo; Johan Alfarizi, Luiz Gustavo, Yann Motta, Bayu Setiawan; Odivab Koerich, Matheus Balde, Arkhan Fikri; Ian Pauelio, Dalberto Luan, Paulinho Moccelin.
Pelatih: Marcos Santos.
Persib Bandung (4-3-3):
Teja Paku Alam; Kakang Rudianto, Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros; Eliano Reijnders, Thom Haye, Beckham Putra; Saddil Ramdani, Uilliam Barros, Ramon Tanque.
Pelatih: Bojan Hodak.
Mental Juara Persib
Meskipun bermain dengan 10 pemain, Persib membuktikan mental juara mereka. Disiplin bertahan dan memanfaatkan sedikit peluang menjadi kunci kemenangan.
Arema Kehilangan Fokus
Singo Edan terlalu asyik menekan setelah unggul jumlah pemain, hingga lengah dalam mengantisipasi bola mati. Gol Barba jadi bukti lemahnya konsentrasi mereka di menit krusial.
Pentingnya Kiper dan Bek Tengah
Performa Teja Paku Alam layak diapresiasi. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Federico Barba menjadi pahlawan berkat gol penentu di menit akhir.
Laga ini menjadi salah satu duel paling menarik di awal musim BRI Super League 2025/2026. Persib Bandung menunjukkan determinasi dan mental kuat untuk bangkit meski berada dalam situasi sulit. Sementara itu, Arema FC harus belajar bahwa dominasi permainan tak selalu berujung pada kemenangan jika kurang disiplin dalam menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi.
Bagi para suporter, laga ini meninggalkan cerita emosional: bagi Aremania, kekecewaan mendalam; bagi Bobotoh, kegembiraan luar biasa. Duel ini pun menegaskan bahwa rivalitas Arema dan Persib selalu menghadirkan drama yang sulit dilupakan.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…