Pertandingan sengit tersaji saat Bayer Leverkusen menjamu Arsenal pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026
MANIAKBOL.ORG – Pertandingan sengit tersaji saat Bayer Leverkusen menjamu Arsenal pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Duel yang berlangsung di BayArena pada Kamis dini hari WIB (12/3/2026) itu berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah gol penalti Kai Havertz di penghujung laga menyelamatkan tim tamu dari kekalahan.
Arsenal sebenarnya berada dalam situasi sulit setelah tertinggal lebih dahulu pada babak kedua. Namun ketenangan Havertz saat mengeksekusi penalti pada menit-menit terakhir pertandingan membuat The Gunners pulang dengan hasil yang cukup berharga.
Hasil imbang tersebut sekaligus menghentikan catatan kemenangan sempurna Arsenal selama fase Liga Champions musim ini. Meski begitu, peluang kedua tim untuk melangkah ke babak perempat final masih terbuka lebar karena leg kedua masih akan dimainkan.
Bagi Bayer Leverkusen, hasil ini menambah daftar hasil imbang yang mereka raih dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim tuan rumah kini tercatat telah mencatat empat hasil seri secara beruntun di semua kompetisi yang mereka ikuti.
Sementara itu Arsenal justru berhasil menjaga momentum positif mereka. Tambahan satu poin dari laga ini membuat pasukan Mikel Arteta memperpanjang catatan tidak terkalahkan menjadi 12 pertandingan di berbagai ajang musim ini.
Dengan skor agregat sementara yang masih seimbang, duel leg kedua dipastikan akan berlangsung sangat menarik. Kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar untuk melangkah ke fase berikutnya dalam kompetisi paling prestisius di Eropa tersebut.
BACA JUGA : 5 Pemain yang Berpotensi Menjadi Pembeda dalam Duel Real Madrid vs Manchester City
Sejak peluit awal pertandingan dibunyikan, Arsenal langsung menunjukkan niat menyerang. Tim asal London tersebut mencoba menekan pertahanan Leverkusen sejak menit-menit pertama.
Intensitas permainan langsung terlihat ketika gelandang Leverkusen, Robert Andrich, harus menerima kartu kuning hanya dua menit setelah kick-off. Ia dihukum wasit karena melakukan pelanggaran keras terhadap Viktor Gyokeres yang mencoba membangun serangan cepat.
Meskipun mendapat tekanan dari tim tamu, Leverkusen tidak tinggal diam. Mereka sesekali mencoba melancarkan serangan balik untuk menguji lini pertahanan Arsenal.
Christian Kofane menjadi salah satu pemain yang cukup aktif mencoba menciptakan peluang bagi tim tuan rumah. Pemain muda berusia 19 tahun tersebut beberapa kali melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun upaya yang ia lakukan masih bisa diamankan dengan cukup mudah oleh kiper Arsenal, David Raya.
Selain Kofane, Ibrahim Maza juga sempat mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh. Sayangnya bola hasil tendangannya masih melenceng dari sasaran sehingga belum mampu mengubah skor.
Arsenal sendiri hampir membuka keunggulan melalui skema serangan cepat. Gabriel Martinelli mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan dari sisi kiri serangan. Ia kemudian melepaskan tembakan keras yang membuat kiper Janis Blaswich tidak mampu menjangkaunya.
Namun sayang bagi Arsenal, bola justru membentur mistar gawang sehingga peluang tersebut gagal berbuah gol.
Di sisi lain, lini belakang Arsenal juga harus bekerja keras untuk menghalau serangan Leverkusen. Gabriel Magalhaes sempat melakukan penyelamatan penting ketika ia berhasil memblok upaya Jarell Quansah yang berusaha memanfaatkan bola di area kotak penalti.
Memasuki pertengahan babak pertama, tempo pertandingan sempat menurun. Kedua tim lebih banyak terlibat duel di lini tengah yang membuat peluang berbahaya menjadi relatif jarang tercipta.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Exequiel Palacios berhasil menghentikan pergerakan Bukayo Saka di area pertahanan Leverkusen. Setelah merebut bola, Palacios langsung mencoba memulai serangan balik cepat.
Namun upaya tersebut akhirnya berhasil dipatahkan oleh kerja sama solid antara Gabriel Magalhaes dan William Saliba yang tampil disiplin menjaga area pertahanan Arsenal.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor 0-0 pun tetap bertahan sampai turun minum.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Bayer Leverkusen tampil lebih agresif. Tim tuan rumah langsung memberikan tekanan kepada Arsenal dengan beberapa serangan cepat.
Peluang emas pertama pada babak kedua hampir saja menghasilkan gol bagi Leverkusen. Martin Terrier berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang mengarah ke gawang Arsenal.
Beruntung bagi Arsenal, David Raya mampu melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang tersebut.
Namun dari situasi sepak pojok yang terjadi setelah penyelamatan itu, Leverkusen akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Robert Andrich sukses menanduk bola dengan sempurna sehingga masuk ke dalam gawang Arsenal.
Gol tersebut membuat BayArena bergemuruh karena Leverkusen berhasil unggul lebih dahulu dalam pertandingan penting ini.
Tertinggal satu gol membuat Arsenal berusaha meningkatkan intensitas serangan. Mereka mencoba mencari celah di pertahanan tuan rumah agar dapat segera menyamakan kedudukan.
Declan Rice sempat menciptakan peluang melalui situasi bola mati. Tendangan bebas yang ia kirimkan berhasil disambut oleh sundulan Piero Hincapie di dalam kotak penalti.
Sayangnya bola hasil sundulan tersebut masih belum mengarah tepat ke gawang sehingga peluang Arsenal kembali terbuang.
Melihat timnya kesulitan menembus pertahanan lawan, pelatih Mikel Arteta kemudian melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan Noni Madueke untuk menggantikan Bukayo Saka dengan harapan bisa menambah kreativitas serta kecepatan di lini serang.
Sementara itu Bayer Leverkusen tampak cukup nyaman mempertahankan keunggulan mereka ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Namun situasi berubah drastis ketika Malik Tillman melakukan pelanggaran terhadap Madueke di dalam kotak penalti. Wasit yang berada dekat dengan kejadian tersebut langsung menunjuk titik putih tanpa ragu.
Arsenal mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan skor melalui penalti.
Kai Havertz yang dipercaya sebagai eksekutor tampil tenang saat menghadapi situasi krusial tersebut. Ia melepaskan tendangan yang cukup keras ke arah sudut gawang.
Kiper Leverkusen Janis Blaswich sebenarnya berhasil menebak arah bola dengan tepat. Namun laju tendangan Havertz terlalu kuat sehingga tetap masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut memiliki makna emosional bagi Havertz. Sebelum melanjutkan kariernya ke klub lain, pemain asal Jerman itu pernah menghabiskan waktu sekitar satu dekade bersama Bayer Leverkusen.
Skor pun berubah menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, kedua tim mencoba mencari gol kemenangan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Pertandingan pun ditutup dengan skor imbang 1-1.
Berikut data statistik dari pertandingan tersebut:
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Arsenal sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dan distribusi operan. Namun Leverkusen mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Bayer Leverkusen:
Janis Blaswich; Robert Andrich, Jarell Quansah, Edmond Tapsoba; Ernest Poku, Exequiel Palacios, Aleix Garcia, Alejandro Grimaldo; Ibrahim Maza, Martin Terrier; Christian Kofane.
Pelatih: Kasper Hjulmand.
Arsenal:
David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Eberechi Eze, Gabriel Martinelli; Viktor Gyokeres.
Pelatih: Mikel Arteta.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…