Kabar mengenai kondisi striker andalan Timnas Indonesia, Ole Romeny, akhirnya mendapat kejelasan. PSSI secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa pemain milik Oxford United
Kabar mengenai kondisi striker andalan Timnas Indonesia, Ole Romeny, akhirnya mendapat kejelasan. PSSI secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa pemain milik Oxford United tersebut tengah mengalami cedera. Dengan adanya klarifikasi ini, peluang Romeny untuk tampil di ajang FIFA Series 2026 semakin terbuka lebar.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 hingga 30 Maret mendatang. Kehadiran Romeny tentu sangat dinantikan oleh publik sepak bola Tanah Air, mengingat perannya yang begitu vital di lini serang Skuad Garuda.
Meski demikian, situasi di level klub sempat memunculkan tanda tanya besar. Dalam tiga pertandingan terakhir EFL Championship musim 2025/2026, nama Ole Romeny tidak tercantum dalam daftar susunan pemain Oxford United. Kondisi ini memicu spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat bahwa sang pemain kemungkinan sedang mengalami masalah kebugaran atau cedera.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, turut angkat bicara terkait situasi ini. Ia menaruh harapan besar agar Romeny berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia yang kini ditangani oleh John Herdman.
BACA JUGA : Daftar Lengkap Tim yang Melaju ke Perempat Final Liga Europa 2025/2026 dan Jadwal Pertandingannya
Menurut Ronny, kehadiran Romeny di lini depan sangat krusial. Ia menilai bahwa hingga saat ini, Timnas Indonesia masih sangat bergantung pada ketajaman striker berusia 25 tahun tersebut. Walaupun terdapat sejumlah nama lain di sektor penyerangan seperti Ramadhan Sananta, Mauro Zijlstra, Jens Raven, hingga Hokky Caraka, Ronny menilai mereka belum mampu menyamai kualitas dan konsistensi Romeny.
Ia menegaskan bahwa jika Romeny dalam kondisi fit, maka pemain tersebut hampir pasti akan menjadi pilihan utama di lini depan. Perannya sebagai ujung tombak dianggap sulit tergantikan, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting yang membutuhkan efektivitas tinggi di depan gawang lawan.
Lebih lanjut, Ronny juga menyoroti fakta bahwa penampilan terakhir Romeny bersama Oxford United terjadi pada 28 Februari lalu. Setelah itu, namanya tidak lagi muncul dalam daftar pemain, baik sebagai starter maupun cadangan. Hal inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa sang pemain tengah mengalami kendala fisik.
Padahal, dalam periode yang sama, Oxford United justru menunjukkan performa impresif. Dalam empat pertandingan terakhir, tim tersebut berhasil mengumpulkan 10 poin dengan rincian tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Situasi ini semakin memunculkan pertanyaan, mengapa Romeny tidak dilibatkan dalam momen positif timnya.
Ronny menjelaskan bahwa biasanya pelatih Oxford United, Matt Bloomfield, kerap memainkan Romeny sebagai pemain pengganti di babak kedua. Salah satu contohnya adalah saat menghadapi Middlesbrough, di mana Romeny masuk dan membantu tim meraih hasil imbang.
Namun setelah laga tersebut, situasi berubah. Memasuki bulan Maret, nama Romeny benar-benar menghilang dari daftar pemain. Bahkan untuk sekadar duduk di bangku cadangan pun ia tidak terlihat. Kondisi ini yang akhirnya memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya cedera.
BACA JUGA : Dari Harapan Menuju Kenyataan Pahit: 45 Menit Kelam Newcastle United di Camp Nou
Meski begitu, Ronny mengaku lega setelah adanya klarifikasi resmi dari PSSI. Ia menyambut baik pernyataan dari pihak federasi yang memastikan bahwa Romeny tidak mengalami masalah serius. Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi para pendukung Timnas Indonesia yang berharap besar pada performa sang striker.
Ia juga menambahkan bahwa para penggemar kini hanya bisa menunggu kepastian lebih lanjut, terutama terkait kemungkinan Romeny tampil dalam laga Oxford United melawan Southampton pada 21 Maret. Pertandingan tersebut dinilai bisa menjadi indikator apakah Romeny benar-benar dalam kondisi siap bertanding atau masih membutuhkan waktu pemulihan.
Jika Romeny kembali masuk dalam daftar pemain, baik sebagai starter maupun cadangan, maka hal itu bisa menjadi sinyal positif menjelang FIFA Series 2026. Sebaliknya, jika ia kembali absen, maka spekulasi mengenai kondisinya kemungkinan akan kembali mencuat.
Terlepas dari situasi tersebut, harapan besar tetap disematkan kepada Ole Romeny. Publik sepak bola Indonesia menantikan kehadirannya untuk memperkuat lini depan Skuad Garuda. Dengan kualitas yang dimilikinya, Romeny diharapkan mampu menjadi pembeda dan membawa Timnas Indonesia meraih hasil maksimal di ajang internasional.
Berikut adalah daftar pemain Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadapi FIFA Series 2026:
Kiper:
Emil Audero Mulyadi (Cremonese)
Maarten Paes (Ajax)
Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Cahya Supriadi (PSIM)
Ernando Ari (Persebaya)
Pemain Belakang:
Jay Idzes (Sassuolo)
Kevin Diks (Borussia Monchengladbach)
Dean James (Go Ahead Eagles)
Elkan Baggott (Ipswich Town)
Justin Hubner (Fortuna Sittard)
Nathan Tjoe-A-On (Willem II)
Dony Tri Pamungkas (Persija)
Rizky Ridho (Persija)
Sandy Walsh (Buriram United)
Fajar Fathurrahman (Persija)
Muhammad Ferarri (Bhayangkara FC)
Yance Sayuri (Malut United)
Pemain Tengah:
Calvin Verdonk (Lille)
Joey Pelupessy (Lommel)
Eliano Reijnders (Persib)
Ivar Jenner (Dewa United)
Jordi Amat (Persija)
Marc Klok (Persib)
Ricky Kambuaya (Dewa United)
Witan Sulaeman (Persija)
Egy Maulana Vikri (Dewa United)
Tim Geypens (Emmen)
Arkhan Fikri (Arema FC)
Ezra Walian (Persik)
Victor Dethan (PSM)
Pemain Depan:
Miliano Jonathans (Excelsior)
Ole Romeny (Oxford United)
Ragnar Oratmangoen (Dender)
Beckham Putra (Persib)
Mauro Zijlstra (Persija)
Ramadhan Sananta (DPMM)
Yakob Sayuri (Malut United)
Adrian Wibowo (LA FC)
Hokky Caraka (Persita)
Jens Raven (Bali United)
Stefano Lilipaly (Dewa United)
Dengan komposisi skuad yang ada, Timnas Indonesia memiliki kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman yang cukup untuk bersaing. Kini, fokus utama tertuju pada kesiapan para pemain, khususnya Ole Romeny, yang diharapkan bisa menjadi ujung tombak tajam bagi Garuda di FIFA Series 2026.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.orgĀ Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…