Persis Solo harus menghadapi konsekuensi serius setelah terjadinya insiden dalam pertandingan tandang melawan Persijap Jepara. Klub
MANIAKBOL.ORG –Persis Solo harus menghadapi konsekuensi serius setelah terjadinya insiden dalam pertandingan tandang melawan Persijap Jepara. Klub yang dikenal dengan julukan Laskar Sambernyawa itu resmi mendapatkan sejumlah sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat berbagai pelanggaran yang terjadi pada laga tersebut.
Keputusan mengenai hukuman bagi Persis Solo disampaikan secara resmi pada Jumat, 13 Maret. Sanksi tersebut berkaitan langsung dengan pertandingan pekan ke-24 BRI Super League musim 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Kamis malam, 5 Maret.
Dalam keputusan yang diterbitkan, Komdis PSSI mengeluarkan beberapa Surat Keputusan (SK) yang mencakup berbagai bentuk hukuman bagi Persis Solo. Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berupa denda finansial, tetapi juga kewajiban mengganti kerugian materiil akibat kerusakan fasilitas stadion serta larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton.
Hukuman yang paling berdampak bagi klub adalah larangan menyelenggarakan pertandingan kandang dengan penonton selama lima laga. Selain itu, Persis Solo juga diwajibkan membayar denda dengan jumlah yang cukup besar sebagai bentuk tanggung jawab atas berbagai pelanggaran yang terjadi.
Situasi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Persis Solo, terutama dalam upaya mereka menjaga performa dan dukungan dari para suporter di sisa musim kompetisi.
Keputusan Komdis PSSI tersebut memiliki konsekuensi signifikan bagi Persis Solo. Dalam jadwal yang tersisa pada musim BRI Super League 2025/2026, klub asal Kota Solo itu hanya memiliki empat pertandingan kandang lagi.
Dengan hukuman larangan penonton selama lima laga kandang, maka seluruh pertandingan kandang Persis hingga akhir musim ini harus digelar tanpa kehadiran suporter di stadion. Bahkan, hukuman tersebut juga masih akan berlaku untuk satu pertandingan kandang pertama Persis pada musim berikutnya.
Hal ini tentu menjadi kerugian besar bagi tim. Dukungan langsung dari suporter selama pertandingan kandang biasanya menjadi salah satu faktor penting yang mampu meningkatkan semangat dan motivasi para pemain di lapangan.
Atmosfer stadion yang penuh dengan dukungan fanatik sering kali memberikan tekanan bagi tim lawan sekaligus dorongan moral bagi tim tuan rumah. Tanpa kehadiran penonton, Persis Solo harus bermain dalam suasana yang jauh berbeda dari biasanya.
Selain kehilangan dukungan suporter, klub juga berpotensi mengalami kerugian dari sisi finansial. Penjualan tiket pertandingan kandang merupakan salah satu sumber pemasukan penting bagi klub dalam sebuah kompetisi liga profesional.
BACA JUGA: Sinyal Bahaya untuk Premier League: 6 Klub Tanpa Kemenangan di Liga Champions, Apa Penyebabnya?
Sanksi yang diterima Persis Solo tidak muncul tanpa alasan. Komite Disiplin PSSI menilai bahwa terdapat beberapa pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan tersebut, baik yang melibatkan suporter maupun kerusakan fasilitas stadion.
Dalam Surat Keputusan Komdis PSSI Nomor 198/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 yang mengacu pada Pasal 5 ayat (7) serta ayat (11) Regulasi BRI Super League musim 2025/2026, Persis Solo dikenakan denda sebesar Rp25.000.000.
Hukuman tersebut berkaitan dengan kehadiran suporter Persis yang datang sebagai pendukung tim tamu. Keberadaan suporter tamu dalam pertandingan tersebut dianggap melanggar ketentuan yang berlaku dalam regulasi kompetisi.
Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Komdis PSSI Nomor 199/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 yang merujuk pada Pasal 56 Regulasi BRI Super League 2025/2026 serta Pasal 12 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Persis Solo juga mendapatkan teguran keras.
Dalam keputusan tersebut, klub juga dibebankan kewajiban untuk mengganti kerugian materiil akibat kerusakan fasilitas stadion yang terjadi selama pertandingan berlangsung.
Komdis PSSI menyebutkan bahwa terdapat sejumlah fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat ulah suporter. Beberapa kursi di tribun stadion dilaporkan rusak, sementara pagar pembatas antara Tribun VIP Barat bagian Selatan dan Tribun VIP Barat bagian Tengah juga mengalami gangguan.
Pagar pembatas tersebut dilaporkan digoyang-goyangkan oleh suporter hingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para penonton yang berada di area sekitar.
Selain kerusakan fasilitas stadion, situasi pertandingan juga semakin memanas akibat terjadinya kericuhan antara kelompok suporter yang berada di tribun berbeda.
Insiden tersebut bermula dari aksi saling ejek antara pendukung Persijap Jepara yang berada di Tribun VIP Barat bagian Tengah dengan suporter Persis Solo yang menempati Tribun VIP Barat bagian Selatan.
Ketegangan yang terjadi kemudian berkembang menjadi aksi pelemparan antar kedua kelompok suporter. Situasi ini membuat suasana stadion menjadi tidak kondusif dan memaksa pihak keamanan untuk melakukan penanganan guna mencegah kericuhan yang lebih besar.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Komdis PSSI mengambil tindakan tegas terhadap Persis Solo.
Sebagai penyelenggara pertandingan, klub dinilai memiliki tanggung jawab terhadap perilaku suporter yang hadir di stadion, terutama jika tindakan tersebut berujung pada gangguan keamanan serta kerusakan fasilitas.
Setelah mempertimbangkan berbagai bukti yang ada, Komite Disiplin PSSI kemudian mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 200/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 terkait tanggung jawab klub atas perilaku buruk penonton.
Dalam keputusan tersebut, Komdis PSSI mengacu pada Pasal 70 ayat (1) dan ayat (2) serta lampiran 1 nomor 5 dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Berdasarkan ketentuan tersebut, Persis Solo dijatuhi hukuman berupa larangan menyelenggarakan pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama lima laga.
Sanksi ini mulai berlaku sejak keputusan diterbitkan dan akan mulai diterapkan pada pertandingan kandang Persis Solo berikutnya, yaitu pada pekan ke-27 BRI Super League musim 2025/2026.
Selain larangan menghadirkan penonton, Persis Solo juga dikenai denda tambahan sebesar Rp50.000.000 sebagai bagian dari sanksi disiplin yang diberikan oleh Komdis PSSI.
Namun hukuman bagi Persis Solo tidak berhenti sampai di situ. Komdis PSSI juga mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 201/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 yang kembali menjatuhkan denda kepada klub tersebut.
Dalam keputusan itu disebutkan bahwa terdapat bukti pelemparan sebuah petasan dari area Tribun VIP Barat bagian Selatan yang diarahkan ke dalam lapangan.
Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat membahayakan keselamatan pemain, ofisial pertandingan, maupun pihak lain yang berada di lapangan.
Akibat insiden tersebut, Persis Solo kembali dikenakan denda tambahan sebesar Rp60.000.000.
Kasus yang menimpa Persis Solo menjadi pengingat penting bagi seluruh klub sepak bola di Indonesia mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Perilaku suporter yang tidak terkendali dapat memberikan dampak besar bagi klub yang mereka dukung. Selain merugikan secara finansial, sanksi seperti larangan menghadirkan penonton juga dapat mempengaruhi performa tim di lapangan.
Dalam sepak bola modern, kerja sama antara klub, panitia pelaksana, dan suporter menjadi faktor penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman.
Dukungan fanatik dari suporter tentu menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Namun, dukungan tersebut seharusnya tetap disalurkan secara positif tanpa merusak fasilitas stadion maupun menimbulkan konflik dengan pihak lain.
Persis Solo kini harus menjalani sisa musim dengan situasi yang tidak mudah. Tanpa kehadiran suporter di stadion, tim harus berjuang keras untuk tetap menjaga performa di lapangan dan menyelesaikan musim dengan hasil terbaik.
Di sisi lain, kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…