MANIAKBOL.ORG – Rapor 10 Mantan Pemain Diaspora Timnas Indonesia di BRI Super League 2025/2026: Hanya Beberapa yang Jadi Andalan Tim Perjalanan sejumlah pemain diaspora yang pernah memperkuat Timnas Indonesia kini memasuki babak baru. Setelah mimpi tampil di Piala Dunia 2026 tidak terwujud, banyak dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karier di kompetisi domestik.
Fenomena ini cukup menarik perhatian publik sepak bola nasional. Beberapa pemain yang sebelumnya merumput di berbagai kompetisi Eropa kini memilih bergabung dengan klub-klub yang berlaga di BRI Super League musim 2025/2026.
Kehadiran mereka tentu membawa ekspektasi besar. Dengan pengalaman bermain di level sepak bola Eropa, para pemain tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan klub serta memberikan warna baru bagi kompetisi Indonesia.
Namun kenyataannya, perjalanan para pemain diaspora tersebut tidak selalu berjalan mulus. Adaptasi dengan gaya permainan liga Indonesia, kondisi lapangan, serta atmosfer kompetisi yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Sebagian pemain mampu menyesuaikan diri dengan cepat dan langsung menjadi pilar penting bagi timnya. Akan tetapi, ada juga yang masih kesulitan menembus skuad utama dan bahkan jarang mendapatkan kesempatan bermain.
Dari total sepuluh pemain eks diaspora Timnas Indonesia yang kini berkarier di BRI Super League musim ini, hanya beberapa yang benar-benar mampu tampil secara reguler dan memberikan kontribusi nyata bagi klub yang mereka bela.
Jordi Amat Jadi Pemain Paling Konsisten di Persija
Salah satu pemain yang mampu menunjukkan performa stabil adalah Jordi Amat. Bek berpengalaman tersebut menjadi sosok penting dalam skuad Persija Jakarta sepanjang musim ini.
Dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa serta jam terbang internasional bersama Timnas Indonesia, Jordi Amat tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Menariknya, pemain berusia 33 tahun itu tidak hanya dimainkan di posisi bek tengah seperti biasanya. Pelatih Persija beberapa kali menurunkannya sebagai gelandang bertahan, dan peran tersebut mampu dijalankan dengan sangat baik.
Sepanjang musim BRI Super League 2025/2026, Jordi Amat telah mencatatkan lebih dari dua puluh penampilan. Kehadirannya memberikan stabilitas bagi lini tengah maupun lini belakang Persija.
Kemampuan membaca permainan, pengalaman, serta kepemimpinannya di lapangan membuatnya menjadi salah satu pemain diaspora yang paling berhasil di kompetisi domestik musim ini.
BACA JUGA : Hasil Brighton vs Arsenal: Gol Kilat Bukayo Saka Pastikan The Gunners Tetap Memimpin
Rafael Struick Masih Berjuang Menemukan Performa Terbaik
Situasi berbeda justru dialami oleh Rafael Struick. Penyerang muda tersebut bergabung dengan Dewa United dengan harapan dapat kembali menemukan performa terbaiknya.
Dua musim terakhir memang menjadi periode yang tidak mudah bagi Struick. Minimnya menit bermain serta penurunan performa membuatnya harus bekerja ekstra keras untuk kembali ke level terbaik.
Sayangnya, hingga sejauh ini performa yang ditunjukkan masih belum sesuai harapan. Dari sebelas pertandingan yang sudah dijalani bersama Dewa United, Struick belum berhasil mencetak gol.
Bahkan dalam beberapa laga terakhir, ia mulai kehilangan tempat di tim utama. Pelatih Dewa United lebih sering memberikan kesempatan kepada pemain lain yang dianggap lebih siap.
Situasi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Struick jika ingin kembali menjadi pilihan utama sekaligus menghidupkan kembali kariernya di level klub.
Thom Haye Jadi Motor Permainan Persib Bandung
Jika ada pemain diaspora yang langsung memberikan dampak besar bagi timnya, maka nama Thom Haye patut masuk dalam daftar tersebut.
Gelandang Persib Bandung itu tampil sangat konsisten sepanjang musim BRI Super League 2025/2026. Perannya di lini tengah menjadi kunci keseimbangan permainan Maung Bandung.
Menariknya, posisi yang ia jalani di Persib sedikit berbeda dibandingkan saat membela Timnas Indonesia. Di tim nasional, Haye lebih sering ditempatkan sebagai gelandang bertahan.
Namun bersama Persib, ia diberikan kebebasan lebih untuk membantu serangan. Peran tersebut membuatnya menjadi pengatur tempo permainan sekaligus kreator serangan bagi tim.
Visi bermain, akurasi umpan, serta kemampuan membaca situasi pertandingan membuat Haye menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Persib musim ini.
Eliano Reijnders Menjadi Pemain Multifungsi Persib
Selain Thom Haye, Persib juga memiliki pemain diaspora lain yang tampil cukup menonjol, yaitu Eliano Reijnders.
Pada awal kedatangannya, banyak pihak yang meragukan kemampuan Reijnders. Performanya bersama Timnas Indonesia sebelumnya memang belum sepenuhnya konsisten.
Namun di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, Reijnders perlahan menunjukkan perkembangan positif. Ia bahkan menjadi salah satu pemain yang cukup sering dimainkan oleh Persib musim ini.
Hingga saat ini, Reijnders telah tampil dalam belasan pertandingan. Keunggulan utamanya adalah kemampuan bermain di berbagai posisi.
Ia bisa dimainkan sebagai gelandang, winger, bahkan kadang ditempatkan di posisi lain sesuai kebutuhan tim. Fleksibilitas inilah yang membuatnya menjadi pemain yang cukup berharga bagi Persib.
BACA JUGA : 2 Faktor Kunci Penentua Masa Depan Bruno Fernandes di Manchester United: Tetap Setia atau Angkat Kaki?
Jens Raven Mulai Mendapatkan Peran di Bali United
Jens Raven juga menjadi salah satu pemain diaspora yang mencoba peruntungan di kompetisi Indonesia. Ia kini memperkuat Bali United.
Meski belum selalu menjadi pilihan utama, Raven tetap mendapatkan kesempatan bermain yang cukup dari pelatih.
Sepanjang musim ini, ia sudah tampil dalam belasan pertandingan bersama Bali United. Dari penampilan tersebut, Raven berhasil mencatatkan satu gol serta dua assist.
Catatan tersebut memang belum terlalu menonjol, tetapi masih memiliki potensi untuk berkembang seiring bertambahnya waktu bermain.
Jika mampu meningkatkan konsistensi, bukan tidak mungkin Raven akan menjadi pemain yang lebih berpengaruh bagi Bali United di masa depan.
Mauro Zijlstra Menghadapi Persaingan Ketat di Persija
Berbeda dengan beberapa pemain lain, Mauro Zijlstra justru menghadapi situasi yang cukup sulit sejak bergabung dengan Persija Jakarta.
Persaingan di lini depan Macan Kemayoran terbilang sangat ketat. Hal tersebut membuat Zijlstra kesulitan mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Situasinya semakin rumit karena ia sempat mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat proses adaptasinya di klub baru tidak berjalan dengan optimal.
Selain itu, Zijlstra juga baru bergabung pada pertengahan musim. Hal tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras untuk bisa menyesuaikan diri dengan sistem permainan tim.
Ivar Jenner Datang dengan Kontrak Jangka Pendek
Ivar Jenner menjadi salah satu pemain diaspora yang memilih bermain di Indonesia dengan tujuan sementara.
Gelandang muda tersebut bergabung dengan Dewa United melalui kontrak jangka pendek. Tujuan utamanya adalah tetap mendapatkan menit bermain sambil menunggu peluang kembali ke Eropa.
Namun hingga kini kontribusinya masih cukup terbatas. Jenner baru tampil dalam beberapa pertandingan bersama Dewa United.
Dari kesempatan yang didapatkan, ia juga belum pernah bermain penuh selama 90 menit. Meski demikian, pengalamannya di kompetisi Indonesia tetap menjadi tambahan penting dalam perjalanan kariernya.
Dion Markx Masih Kesulitan Menembus Skuad Persib
Transfer Dion Markx ke Persib Bandung sempat mengejutkan banyak pengamat sepak bola nasional. Proses kepindahannya terjadi tanpa banyak rumor sebelumnya.
Namun hingga saat ini, Markx masih kesulitan mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Ia harus bersaing ketat dengan pemain muda Kakang Rudianto yang sudah lebih dulu mendapatkan kepercayaan di posisi bek kanan.
Akibatnya, Markx baru mendapatkan satu penampilan di BRI Super League musim ini. Persaingan ketat di lini belakang Persib membuat peluang bermainnya masih sangat terbatas.
Shayne Pattynama Belum Menjadi Pilihan Utama
Shayne Pattynama juga memilih melanjutkan kariernya di Indonesia setelah sebelumnya bermain di Thailand bersama Buriram United.
Ia kini memperkuat Persija Jakarta. Namun kehadirannya belum langsung membuatnya menjadi pilihan utama di posisi bek kiri.
Pelatih Persija, Maurizio Souza, masih lebih sering mempercayakan posisi tersebut kepada Dony Tri Pamungkas.
Akibatnya, Pattynama lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan dan masuk sebagai pemain pengganti ketika tim membutuhkan perubahan.
Cyrus Margono Masih Menunggu Debut
Nama terakhir dalam daftar ini adalah Cyrus Margono. Kiper yang telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia tersebut memiliki cerita yang cukup menarik.
Meskipun sudah berstatus WNI, Margono belum pernah mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia di level mana pun.
Situasinya di Persija Jakarta juga tidak mudah. Ia harus bersaing dengan dua penjaga gawang berpengalaman, yaitu Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa.
Persaingan ketat tersebut membuat Margono hingga kini belum mendapatkan kesempatan untuk menjalani debutnya di BRI Super League musim 2025/2026.
Hanya Sedikit yang Benar-Benar Bersinar
Kehadiran para pemain diaspora di kompetisi Indonesia sebenarnya membawa banyak harapan. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas liga sekaligus menjadi inspirasi bagi pemain lokal.
Namun realitanya tidak semua pemain mampu langsung bersinar. Faktor adaptasi, persaingan dalam tim, hingga kondisi fisik menjadi tantangan yang harus mereka hadapi.
Dari sepuluh pemain yang saat ini bermain di BRI Super League, hanya beberapa yang benar-benar mampu tampil secara konsisten dan menjadi andalan timnya.
Meski demikian, perjalanan kompetisi masih panjang. Para pemain diaspora tersebut masih memiliki waktu untuk membuktikan kualitas mereka dan memberikan kontribusi lebih besar bagi klub masing-masing.





