Real Madrid kembali menunjukkan kelasnya di awal musim La Liga 2025/2026. Bertandang ke markas Real Oviedo di Estadio Carlos Tartiere pada Senin (25/08/2025)
maniakbola.org Real Madrid kembali menunjukkan kelasnya di awal musim La Liga 2025/2026. Bertandang ke markas Real Oviedo di Estadio Carlos Tartiere pada Senin (25/08/2025), pasukan Xabi Alonso tampil dominan dan pulang dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Tiga gol El Real masing-masing dicetak oleh Kylian Mbappé (brace) serta Vinícius Júnior yang masuk dari bangku cadangan.
Kemenangan ini semakin menegaskan status Real Madrid sebagai salah satu favorit utama juara musim ini. Dengan kedalaman skuad yang luar biasa, Alonso bisa melakukan rotasi tanpa mengurangi kualitas permainan. Bahkan, keputusan menaruh Vinícius di bangku cadangan sejak awal ternyata menjadi strategi jitu karena sang bintang Brasil tampil menggila ketika dimainkan di babak kedua.
Sejak peluit awal dibunyikan, Madrid langsung menguasai jalannya laga. Statistik mencatat mereka menguasai 65% penguasaan bola, jauh lebih dominan dibanding Oviedo yang hanya mencatat 35%. Tidak hanya unggul dalam ball possession, Madrid juga menggempur pertahanan tuan rumah dengan intensitas tinggi.
Gol pembuka datang di menit ke-22 melalui aksi Mbappé yang memanfaatkan umpan matang dari Arda Güler. Penyerang asal Prancis itu menunjukkan kecepatan, kelincahan, sekaligus penyelesaian klinisnya. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 bagi Madrid.
Di babak kedua, Oviedo sempat mencoba bangkit dengan melancarkan serangan balik cepat. Namun, lini pertahanan Madrid yang diisi Antonio Rüdiger dan Dean Huijsen tampil solid. Tekanan tuan rumah bisa dipatahkan, sebelum akhirnya Mbappé kembali mencetak gol di menit ke-54 lewat kombinasi apik dengan Valverde.
Tak berhenti sampai di situ, Xabi Alonso memasukkan Vinícius Jr pada menit ke-63. Hanya butuh waktu singkat bagi winger Brasil tersebut untuk meninggalkan jejak: satu gol dan satu assist, memastikan Madrid menang telak 3-0 di kandang lawan.
Thibaut Courtois (8/10)
Meski tidak terlalu sibuk di babak pertama, Courtois menunjukkan kualitasnya dengan tiga penyelamatan krusial di paruh kedua. Refleks cepatnya memastikan gawang Madrid tetap perawan. Kehadirannya di bawah mistar memberi rasa aman bagi rekan-rekan di lini belakang.
Dani Carvajal (7,5/10)
Keputusan Alonso menurunkan Carvajal sebagai starter alih-alih Trent Alexander-Arnold terbukti tepat. Sang kapten tampil disiplin, agresif dalam duel, dan piawai membaca permainan lawan. Meski tidak banyak membantu serangan, kontribusinya dalam bertahan sangat penting.
Antonio Rüdiger (7/10)
Menggantikan Militao, Rüdiger tampil lugas seperti biasanya. Ia menjadi tembok kokoh dan mampu menghalau beberapa crossing berbahaya dari Oviedo. Walau sempat kesulitan mengawal pergerakan striker tuan rumah, secara keseluruhan ia bermain cukup stabil.
Dean Huijsen (7,5/10)
Bek muda ini semakin matang. Huijsen tidak hanya piawai melakukan sapuan dan blok penting, tapi juga berani membangun serangan lewat umpan panjang akurat. Performanya memberi Alonso opsi segar di lini pertahanan.
Álvaro Carreras (7/10)
Lebih aktif menyerang dibanding pekan lalu, Carreras berduet baik dengan Rodrygo di sisi kiri. Namun ia sempat kerepotan menghadapi kecepatan Rahim Alhassane di babak kedua. Meski begitu, kontribusinya tetap berharga untuk keseimbangan tim.
Aurélien Tchouaméni (7,5/10)
Performa gelandang bertahan asal Prancis ini sangat solid. Tekel suksesnya di babak pertama bahkan menjadi awal dari gol pembuka Madrid. Ia mampu menjaga kedalaman lini tengah dan meredam serangan balik Oviedo.
Fede Valverde (7,5/10)
Motor serangan Los Blancos dari lini kedua. Valverde beberapa kali melakukan tusukan ke kotak penalti lawan. Sayang, penyelesaiannya kurang klinis sehingga gagal mencetak gol. Namun energinya membuat Madrid selalu berbahaya.
Arda Güler (8/10)
Pemain muda Turki ini sekali lagi menunjukkan kualitas elegannya. Sentuhan-sentuhan halusnya menghubungkan lini tengah dan depan. Güler juga menorehkan assist untuk gol pertama Mbappé, mempertegas reputasinya sebagai playmaker masa depan Madrid.
Franco Mastantuono (7/10)
Mendapat kesempatan starter di usia 18 tahun, Mastantuono membayar kepercayaan Alonso dengan kerja keras. Walau kontribusinya di lini serang minim, perannya membantu pertahanan cukup penting. Pengalaman ini jelas sangat berharga bagi perkembangan kariernya.
Rodrygo (7,5/10)
Isu soal masa depannya tidak mengganggu fokus Rodrygo. Ia tampil energik dan menciptakan beberapa peluang emas di awal laga. Dribelnya merepotkan bek Oviedo, meski gagal mencatatkan gol. Perannya tetap vital bagi alur serangan.
Kylian Mbappé (9,5/10)
Bintang utama laga ini. Dua gol indah yang ia cetak memperlihatkan kualitas world class yang dimilikinya. Mbappé tak hanya cepat dan tajam, tapi juga mampu memanfaatkan setiap celah kecil di pertahanan lawan. Ia seakan mustahil dihentikan ketika berada dalam performa seperti ini.
Brahim Díaz (8/10) – Masuk menit ke-63 dan langsung memberi dampak besar. Satu assist untuk Vinícius dan beberapa umpan kunci membuktikan kualitasnya sebagai supersub.
Vinícius Jr (9/10) – Meski hanya bermain setengah jam, ia langsung memberi gol dan assist. Respon sempurna atas keputusan Alonso mencadangkannya. Bukti bahwa persaingan sehat di skuad Madrid semakin ketat.
Gonzalo García (7/10) – Memberi target di kotak penalti saat masuk menggantikan Güler. Meski tidak spektakuler, kontribusinya terasa bagi variasi serangan Madrid.
Dani Ceballos & Trent Alexander-Arnold (–) – Waktu bermain terlalu singkat untuk dinilai.
Kemenangan 3-0 ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan juga sinyal kekuatan Madrid musim ini. Xabi Alonso sukses mengelola skuad penuh bintang dengan rotasi cerdas. Menyimpan Vinícius sejak awal dan tetap mencetak tiga gol tandang adalah bukti kedalaman tim yang menakutkan.
Dari sisi individu, Mbappé jelas menjadi headline dengan dua golnya. Namun, performa Güler dan kontribusi pemain muda seperti Huijsen serta Mastantuono menunjukkan bahwa Madrid tidak hanya bergantung pada bintang-bintang senior.
Kemenangan ini juga semakin memanaskan persaingan di papan atas La Liga. Dengan Barcelona dan Atlético Madrid juga berusaha menjaga konsistensi, Madrid butuh start mulus untuk menegaskan dominasi sejak awal musim.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…