Matchday ketiga fase liga Liga Europa 2025/26 menghadirkan sederet duel menarik yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025
maniakbola.org – Rekap Liga Europa Tadi Malam: Dean James Bersinar, Calvin Verdonk Apes — Hasil Beragam bagi Duo Timnas Indonesia Rekap Liga Europa Tadi Malam: Dean James Bersinar, Calvin Verdonk Apes — Hasil Beragam bagi Duo Timnas Indonesia Matchday ketiga fase liga Liga Europa 2025/26 menghadirkan sederet duel menarik yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025) malam hingga Jumat (24/10/2025) dini hari WIB.
Sejumlah pertandingan menyajikan kejutan, mulai dari debut sukses pelatih baru hingga tumbangnya beberapa klub unggulan yang tak terduga sebelumnya.
Sorotan utama datang dari laga di City Ground. Nottingham Forest yang kini dinahkodai oleh pelatih anyar Sean Dyche tampil meyakinkan dengan menundukkan FC Porto 2-0.
Kemenangan ini terasa istimewa, karena menjadi hasil positif pertama mereka di fase grup sekaligus menorehkan kekalahan perdana bagi Porto sepanjang musim 2025/26.
Dua gol Forest semuanya lahir dari titik putih. Penalti pertama dikonversi oleh Morgan Gibbs-White pada menit ke-20 setelah Jan Bednarek tertangkap melakukan handball di dalam kotak terlarang.
Gol kedua datang pada menit ke-77 lewat Igor Jesus, juga melalui eksekusi penalti, setelah Martim Fernandes melanggar Nicolò Savona di area terlarang.
Dengan hasil ini, Sean Dyche memulai masa kepelatihannya dengan sempurna, sementara Porto harus menelan pil pahit setelah tampil konsisten di dua laga awal.
BACA JUGA : 3 Tim yang Masih Sempurna di Pekan Ketiga League Phase Liga Champions 2025/2026: Siapa yang Akan Menyusul?
Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami AS Roma yang kembali gagal meraih poin penuh di depan publik sendiri.
Bertanding di Stadion Olimpico, pasukan Gian Piero Gasperini harus mengakui keunggulan tamunya, Viktoria Plzeň, dengan skor tipis 1-2.
Tim asal Republik Ceko tersebut tampil mengejutkan dengan mencetak dua gol cepat di babak pertama melalui Prince Kwabena Adu dan Cheick Souaré.
Roma sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan penalti Paulo Dybala, yang sekaligus menjadi gol ke-200 dalam karier profesionalnya.
Sayangnya, dominasi Roma di paruh kedua tak mampu menembus pertahanan solid Plzeň yang tampil disiplin di bawah asuhan pelatih baru Martin Hyský.
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Roma di kompetisi Eropa musim ini, dan membuat posisi mereka di klasemen sementara semakin tertekan.
Kisah heroik datang dari Belanda. Go Ahead Eagles, klub Eredivisie yang diperkuat pemain keturunan Indonesia, Dean James, mencatat kemenangan paling bersejarah sepanjang kiprahnya di kompetisi Eropa.
Mereka sukses menumbangkan wakil Premier League, Aston Villa, dengan skor 2-1 di De Adelaarshorst.
Villa sejatinya tampil dominan di awal pertandingan dan sempat unggul cepat melalui gol Evann Guessand pada menit ke-4.
Namun, tuan rumah tak menyerah begitu saja. Mathis Suray berhasil menyamakan kedudukan di babak pertama melalui tembakan akurat yang juga menandai gol kandang pertama Go Ahead Eagles di ajang Eropa.
Kebangkitan Eagles semakin sempurna saat kapten tim, Mats Deijl, mencetak gol kemenangan di menit ke-61.
Drama berlanjut ketika Aston Villa mendapatkan penalti sebelas menit jelang waktu normal berakhir, namun Emiliano Buendia gagal menuntaskan peluang emas itu.
Dean James sendiri tampil solid di lini belakang dan berperan penting dalam mengamankan keunggulan timnya hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi Eagles yang sebelumnya belum pernah mencatat kemenangan atas klub Inggris di kompetisi Eropa.
Sementara di Prancis, pemain keturunan Indonesia lainnya, Calvin Verdonk, tampil gemilang meski timnya Lille harus mengakui keunggulan PAOK Thessaloniki dengan skor 3-4 dalam laga penuh drama di Stade Pierre-Mauroy.
Verdonk bermain sejak menit awal dan berperan besar dalam proses terciptanya salah satu gol Lille.
Lewat sepak pojok akuratnya, Benjamin Andre sukses menanduk bola menjadi gol. Sayangnya, performa apik Verdonk tak cukup membawa timnya meraih poin.
Laga berjalan dengan intensitas tinggi, saling balas gol terjadi sejak menit awal hingga akhir.
PAOK tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang, sementara lini belakang Lille beberapa kali lengah menghadapi serangan balik cepat tim Yunani tersebut.
Meski kalah, kontribusi Verdonk tetap menuai pujian dari media lokal Prancis yang menilai performanya stabil dan energik sepanjang pertandingan.
BACA JUGA : Alex Pastoor Ungkap: Sejak Awal, Target Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Sudah Tidak Realistis
Berikut hasil lengkap pertandingan fase liga Liga Europa yang digelar pada Kamis malam hingga Jumat dini hari WIB:
Salzburg 2-3 Ferencvaros
Fenerbahce 1-0 Stuttgart
FCSB 1-2 Bologna
Go Ahead Eagles 2-1 Aston Villa
Genk 0-0 Real Betis
Lyon 2-0 Basel
Braga 2-0 Red Star Belgrade
Brann 3-0 Rangers
AS Roma 1-2 Viktoria Plzen
Young Boys 3-2 Ludogorets
Celtic 2-1 Sturm Graz
Lille 3-4 PAOK
Maccabi Tel-Aviv 0-3 Midtjylland
Malmo 1-1 Dinamo Zagreb
Nottingham Forest 2-0 Porto
Celta Vigo 2-1 Nice
Freiburg 2-0 Utrecht
Feyenoord 3-1 Panathinaikos
Hasil-hasil tersebut membuat peta persaingan di fase liga Liga Europa semakin ketat.
Beberapa tim mulai menunjukkan konsistensinya, sementara klub besar seperti Roma dan Lille masih mencari bentuk permainan terbaik mereka.
Nottingham Forest yang sebelumnya diragukan justru mulai bangkit dan berpeluang lolos ke babak berikutnya jika mampu mempertahankan momentum kemenangan ini.
Di sisi lain, kejutan dari Go Ahead Eagles membuktikan bahwa klub-klub “underdog” masih bisa berbicara banyak di Eropa jika memiliki determinasi dan taktik yang tepat.
Kemenangan mereka atas Aston Villa juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi penggemar sepak bola Indonesia, mengingat kiprah Dean James sebagai salah satu pemain keturunan yang mulai menunjukkan pengaruhnya di kancah Eropa.
Begitu juga dengan Calvin Verdonk di Lille. Meski belum berhasil membawa timnya menang, performanya yang konsisten di sisi kiri pertahanan membuatnya kian dipercaya pelatih dan menjadi simbol semangat pemain berdarah Indonesia di kompetisi top Eropa.
Matchday ketiga Liga Europa 2025/26 benar-benar menghadirkan dinamika yang menarik. Dari kemenangan manis Nottingham Forest di bawah Sean Dyche, perjuangan AS Roma yang masih terseok, hingga kebanggaan terhadap dua pemain berdarah Indonesia yang mencuri perhatian, semuanya memperkaya cerita kompetisi musim ini.
Masih ada banyak laga tersisa, dan tentu saja setiap klub punya peluang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Namun yang pasti, malam tadi menjadi bukti bahwa kejutan di Liga Europa tak pernah berhenti datang, dan para pemain Indonesia di luar negeri semakin menegaskan eksistensi mereka di panggung sepak bola Eropa.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…