maniakbola.org –Perjalanan singkat Shin Tae-yong bersama klub Korea Selatan, Ulsan Hyundai, resmi berakhir. Setelah hanya memimpin dalam sepuluh pertandingan kompetitif, manajemen klub akhirnya mengambil keputusan tegas untuk mengakhiri kerja sama dengan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Langkah pemecatan ini diumumkan secara resmi oleh pihak klub pada awal Oktober 2025, setelah serangkaian hasil negatif yang membuat posisi Ulsan terpuruk di papan bawah K-League 1.
Awal Kepemimpinan Shin Tae-yong di Ulsan Hyundai
Shin Tae-yong ditunjuk sebagai pelatih kepala Ulsan Hyundai pada Agustus 2025, menggantikan Kim Pang-gon, yang dianggap gagal menjaga konsistensi performa tim. Harapan besar sempat disematkan kepada pelatih berusia 54 tahun itu, mengingat rekam jejak impresifnya saat menangani Timnas Indonesia sejak 2020 hingga awal 2025.
Penunjukan ini juga menjadi momen kembalinya Shin Tae-yong ke dunia kepelatihan klub setelah lebih dari satu dekade. Sebelumnya, terakhir kali ia menangani tim profesional terjadi pada tahun 2012, ketika masih menukangi Seongnam Ilhwa Chunma (kini Seongnam FC). Bersama klub tersebut, Shin Tae-yong sempat mencatat prestasi besar dengan membawa mereka menjuarai Liga Champions Asia 2010.
Dengan pengalaman panjang dan reputasi mentereng, banyak pihak yakin Shin Tae-yong akan mampu mengembalikan kejayaan Ulsan Hyundai. Namun, realitas di lapangan ternyata jauh dari ekspektasi.
Start Menjanjikan, Namun Cepat Meredup
Awal kepemimpinan Shin Tae-yong sebenarnya cukup positif. Dalam debutnya bersama Ulsan, ia berhasil membawa tim meraih kemenangan tipis 1-0 atas Jeju United. Kemenangan tersebut sempat membangkitkan optimisme para pendukung bahwa gaya kepelatihan tegas dan disiplin khas Shin Tae-yong akan memberi angin segar bagi tim.
Namun, sinyal positif itu tidak bertahan lama. Dalam tiga pertandingan berikutnya di ajang K-League 1, Ulsan Hyundai justru menelan kekalahan beruntun dari Suwon FC, FC Seoul, dan Jeonbuk Hyundai Motors. Performa tim kemudian menjadi tidak konsisten, dengan serangan yang kurang efektif dan pertahanan yang mudah ditembus.
Di kancah internasional, Ulsan sempat mencatat kemenangan 2-1 atas CD Roncheng dalam laga AFC Champions League Elite, tetapi hasil itu tidak mampu memperbaiki tren buruk mereka di liga domestik. Empat pertandingan berikutnya berakhir tanpa kemenangan.
Laga terakhir yang dipimpin Shin Tae-yong adalah ketika Ulsan kalah telak 0-3 dari Gimcheon Sangmu pada 5 Oktober 2025. Kekalahan itu menjadi titik puncak kesabaran manajemen, yang akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan sang pelatih.
Pernyataan Resmi Klub Ulsan Hyundai
Melalui pernyataan di laman resmi klub, pihak manajemen menyampaikan rasa terima kasih kepada Shin Tae-yong atas dedikasi dan usaha yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya.
“Ulsan HD FC mengakhiri kerja sama dengan pelatih Shin Tae-yong. Kami berterima kasih atas komitmen dan kerja kerasnya selama ini untuk tim, dan kami berharap yang terbaik bagi kariernya di masa depan,” tulis pernyataan resmi klub.
Meski pemecatan ini bukan hal yang mengejutkan mengingat performa tim yang terus menurun, publik sepak bola Korea tetap menyoroti keputusan cepat tersebut. Pasalnya, Shin Tae-yong baru menangani tim selama dua bulan, waktu yang relatif singkat untuk membangun stabilitas dan menanamkan filosofi permainan.
Statistik Shin Tae-yong Selama Melatih Ulsan Hyundai
Berdasarkan catatan resmi klub, berikut adalah statistik lengkap Shin Tae-yong selama menukangi Ulsan Hyundai di semua kompetisi:
-
Jumlah pertandingan: 10 laga
-
Kemenangan: 2
-
Hasil imbang: 4
-
Kekalahan: 4
-
Total gol dicetak: 10
-
Gol kebobolan: 16
Dengan catatan tersebut, tingkat kemenangan Shin Tae-yong hanya mencapai 20 persen, angka yang cukup rendah untuk klub sekelas Ulsan yang biasanya bersaing di papan atas.
Ulsan Hyundai saat ini menempati peringkat ke-10 klasemen sementara K-League 1 pada pekan ke-32, dari total 12 tim peserta. Mereka baru mengumpulkan 37 poin dari 32 pertandingan, terpaut jauh dari zona perebutan tiket ke kompetisi Asia musim depan. Pada laga pekan ke-34 mendatang, Ulsan dijadwalkan menghadapi Gwangju FC, dan laga itu akan menjadi ujian berat bagi pelatih sementara yang menggantikan Shin Tae-yong.
Tantangan Berat Setelah Era Shin Tae-yong
Kondisi Ulsan Hyundai saat ini menjadi perhatian serius para pendukung. Klub yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi pesaing utama Jeonbuk Hyundai dan Pohang Steelers, kini justru harus berjuang menghindari zona degradasi.
Sementara itu, bagi Shin Tae-yong sendiri, pemutusan kerja sama ini menjadi periode sulit dalam karier kepelatihannya. Setelah sukses mengangkat level permainan Timnas Indonesia hingga menembus babak kualifikasi Piala Dunia 2026, ekspektasi publik terhadap dirinya memang sangat tinggi. Namun, tekanan besar di level klub Korea Selatan terbukti menjadi tantangan yang berbeda.
Meski berakhir pahit, banyak pengamat menilai bahwa pengalaman singkat ini tetap memberikan pelajaran berharga bagi sang pelatih. Shin Tae-yong dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah dan punya kemampuan adaptasi tinggi. Tak menutup kemungkinan, ia akan segera kembali melatih klub atau tim nasional lain dalam waktu dekat.
Harapan dan Evaluasi ke Depan
Bagi Ulsan Hyundai, keputusan mengganti pelatih bukan akhir dari segalanya. Klub perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur tim, mulai dari pemilihan pemain asing, kebugaran skuad utama, hingga strategi transfer untuk musim depan.
Fans Ulsan berharap manajemen dapat mendatangkan pelatih baru dengan visi yang jelas agar tim kembali kompetitif. Sementara itu, dukungan tetap diberikan kepada para pemain agar mampu bangkit dari keterpurukan di sisa musim 2025 ini.
Di sisi lain, nama Shin Tae-yong tetap mendapat perhatian media di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Banyak pendukung Garuda yang menyampaikan dukungan moral melalui media sosial, menyebut bahwa pelatih asal Korea Selatan itu masih memiliki tempat istimewa di hati publik Indonesia berkat dedikasi dan kontribusinya selama lima tahun terakhir.




