9 Laga Tanpa Kemenangan, Begini Kondisi Ruang Ganti Persis Solo di BRI Super League 2025/2026

maniakbola.org –9 Laga Tanpa Kemenangan, Begini Kondisi Ruang Ganti Persis Solo di BRI Super League 2025/2026 Suasana di ruang ganti Persis Solo tengah diselimuti rasa muram dan kecewa mendalam usai kekalahan dari Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 BRI Super League musim 2025/2026. Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil buruk Laskar Sambernyawa yang kini sudah melewati sembilan pertandingan tanpa satu pun kemenangan.

Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (2/11/2025). Meski sempat memberikan harapan dengan unggul lebih dulu di babak pertama, Persis akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya dengan skor akhir 1-2.

Bagi Persis Solo, hasil ini menjadi pukulan telak. Tim yang memiliki ambisi besar untuk menembus papan tengah justru masih berkutat di zona merah klasemen sementara. Mental pemain pun tampak terpukul setelah laga berakhir.


Peter de Roo Akui Kekecewaan yang Tak Terhindarkan

Pelatih Persis, Peter de Roo, tidak berusaha menutupi rasa kecewanya. Dalam sesi wawancara pascalaga, pelatih asal Belanda itu mengungkapkan bagaimana atmosfer di ruang ganti timnya benar-benar berat setelah kembali gagal meraih hasil positif.

“Suasana di ruang ganti benar-benar dipenuhi rasa kecewa luar biasa. Namun, di sisi lain saya juga melihat para pemain telah bekerja keras sepanjang pertandingan. Mereka berhasil menciptakan cukup banyak peluang berbahaya selama 90 menit,” ujar De Roo.

Menurutnya, Persis sebenarnya tampil lebih dominan di babak pertama. Mereka mampu mengontrol permainan, menekan lini belakang Persebaya, bahkan sempat memaksa tuan rumah bertahan lebih dalam. Namun, kelengahan di akhir babak pertama menjadi titik balik yang membuat pertandingan berbalik arah.

“Kami sebetulnya menciptakan peluang yang lebih banyak dibanding Persebaya di babak pertama. Namun saat kami mulai nyaman menguasai bola, satu kesalahan kecil berakibat fatal dan menjadi awal dari kehancuran permainan kami,” tambahnya.
BACA JUGA : Hasil Hellas Verona vs Inter Milan: Gol Dramatis di Menit Akhir Antar Nerazzurri Bawa Pulang Tiga Poin


Kecerobohan Masih Jadi Masalah Utama

De Roo menyoroti bahwa salah satu persoalan terbesar yang masih menghantui Persis adalah ketidakstabilan dalam menguasai bola. Timnya sering kehilangan konsentrasi di momen krusial, terutama ketika membangun serangan dari lini belakang.

“Sayangnya, kami masih ceroboh ketika memegang bola. Gol pertama Persebaya terjadi karena kami gagal menjaga struktur pertahanan dan pressing yang tidak tepat. Pemain memilih menekan bola padahal seharusnya bertahan di kotak penalti,” jelas De Roo.

Kesalahan serupa juga terlihat di awal babak kedua. Begitu peluit dimulai kembali, lini pertahanan Persis langsung goyah dan membuka celah yang dimanfaatkan Francisco Rivera untuk mencetak gol spektakuler melalui sepakan keras yang tak mampu dihalau oleh kiper Muhammad Riyandi.

“Gol cepat di babak kedua itu mengubah segalanya. Pertahanan kami menjadi longgar dan koordinasi antarlini mulai berantakan,” lanjut pelatih berusia 59 tahun tersebut dengan nada kecewa.


Mental Pemain Mulai Terguncang

Setelah serangkaian hasil negatif, aspek mental tampaknya mulai menjadi persoalan besar di tubuh Persis Solo. De Roo menyadari bahwa setiap pertandingan kini terasa semakin berat bagi anak asuhnya, bukan hanya secara taktik tetapi juga secara psikologis.

“Ketika pemain kehilangan kepercayaan diri, mereka cenderung mengambil keputusan yang tidak tepat. Padahal, dari sisi latihan dan persiapan, semuanya sudah kami jalankan dengan baik,” tuturnya.

Menurut pengamat, kondisi seperti ini sering dialami tim yang terjebak dalam tren buruk. Tekanan untuk segera menang justru membuat pemain bermain kaku dan kehilangan kreativitas di lapangan. Hal ini pula yang terlihat pada laga melawan Persebaya — di mana Persis sempat memimpin, namun kehilangan momentum setelah kebobolan.


De Roo Tetap Pasang Badan untuk Pemainnya

Meski tren negatif terus berlanjut, De Roo menolak untuk melempar kesalahan kepada para pemainnya. Ia tetap menegaskan bahwa seluruh skuad Persis telah berjuang maksimal demi membawa pulang poin dari Surabaya.

“Saya tidak akan menyalahkan para pemain. Kami semua datang dengan satu tujuan, yaitu mendapatkan tiga poin. Semua sudah bekerja keras di lapangan,” tegasnya.

Sang pelatih menambahkan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran penting bagi timnya untuk segera bangkit. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, kemenangan pertama setelah sembilan laga tanpa hasil bisa segera datang.

BACA JUGA : Inter Milan: Kemenangan Adalah Kewajiban dan Tanggung Jawab Sebagai Tim Besar


Persis Solo Terpuruk di Zona Merah

Kekalahan dari Persebaya membuat Persis Solo belum beranjak dari papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, mereka baru mengumpulkan lima poin — hasil dari lima kali imbang dan lima kali kalah.

Dengan catatan tersebut, Laskar Sambernyawa kini terdampar di peringkat ke-17, hanya satu posisi di atas juru kunci. Situasi ini jelas menjadi alarm bagi manajemen dan suporter yang mulai khawatir tim kebanggaannya akan terlibat dalam perebutan zona degradasi.

BRI Super League sendiri masih menyisakan lebih dari separuh musim, namun performa Persis saat ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan arah permainan tim. Beberapa fans bahkan mendesak adanya perubahan strategi atau pembenahan di sektor pertahanan dan lini tengah yang dianggap paling rapuh.


Jalan Panjang Menuju Kebangkitan

Meski hasil belum berpihak, De Roo tetap optimistis. Ia menilai bahwa timnya memiliki potensi besar untuk bangkit, asalkan para pemain bisa kembali fokus dan menurunkan tekanan mental yang membebani mereka selama ini.

“Kami punya skuad yang solid, hanya perlu waktu dan ketenangan untuk menemukan ritme permainan terbaik. Saya yakin, kemenangan pertama akan menjadi pemicu untuk hasil-hasil positif berikutnya,” pungkasnya.

Sementara itu, dukungan dari suporter tetap dibutuhkan. Para fans Persis dikenal loyal dan bersemangat tinggi, namun mereka kini menuntut hasil nyata di lapangan. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat bagi Laskar Sambernyawa untuk membuktikan bahwa mereka belum habis dan masih layak bersaing di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Maniak Bola

Recent Posts

Klopp Akui Sudah Ditawari Jadi Pelatih Timnas Jerman, tapi Kontrak dengan Red Bull Jadi Penghalang

maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…

3 months ago

Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia, Duel Ambisi Tuan Rumah dan Generasi Emas Setan Merah

maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…

3 months ago

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Dimulai, Jalan Menuju Trofi Semakin Berat

maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…

3 months ago

Menimbang Masa Depan Luka Modric Usai Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…

3 months ago

Mengapa Portugal Belum Mendapatkan Versi Terbaik Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026?

maniakbola.org  Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…

3 months ago

Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Alarm Bahaya untuk Sepak Bola AFC?

maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…

3 months ago