Roberto Donadoni Kembali ke Dunia Kepelatihan: Bukan ke Timnas Indonesia, Melainkan Menyelamatkan Spezia di Serie B

maniakbola.org –Roberto Donadoni Kembali ke Dunia Kepelatihan: Bukan ke Timnas Indonesia, Melainkan Menyelamatkan Spezia di Serie B Nama Roberto Donadoni sempat ramai diperbincangkan oleh publik sepak bola Indonesia beberapa waktu terakhir. Pelatih asal Italia tersebut disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang ditawarkan kepada PSSI untuk mengisi posisi pelatih kepala Timnas Indonesia setelah Patrick Kluivert resmi tidak melanjutkan tugasnya usai kegagalan membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun rumor tersebut kini terjawab sudah. Donadoni ternyata tidak akan berlabuh ke Indonesia, melainkan memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk menukangi Spezia Calcio, klub yang saat ini tengah berjuang di papan bawah Serie B Italia. Keputusan ini menandai kembalinya sang legenda ke kancah sepak bola Italia setelah empat tahun vakum dari dunia kepelatihan profesional.

Empat Tahun Vakum, Donadoni Kembali ke Jalur yang Ia Cintai

Terakhir kali Donadoni terlihat di pinggir lapangan sebagai pelatih adalah pada tahun 2020, saat ia menangani Shenzhen FC di Liga Super Tiongkok. Sejak saat itu, ia memilih rehat dari hiruk pikuk sepak bola, hingga akhirnya tawaran dari Spezia membuatnya kembali turun gunung.

Pelatih berusia 62 tahun ini menghadapi tantangan berat di awal kepulangannya. Spezia kini terpuruk di posisi ke-19 klasemen sementara Serie B dengan hanya satu kemenangan dari 11 pertandingan. Situasi genting itu membuat manajemen klub tak punya banyak pilihan selain melakukan pergantian pelatih demi menghindari ancaman degradasi.

Meski situasinya sulit, kehadiran Donadoni diharapkan bisa memberikan efek instan baik dari segi taktik maupun motivasi pemain. Sebagai sosok berpengalaman yang pernah menangani tim-tim besar seperti Parma, Bologna, Cagliari, hingga sempat membesut Timnas Italia, Donadoni dianggap sebagai figur ideal untuk mengangkat moral tim yang sedang terpuruk.
BACA JUGA : 9 Laga Tanpa Kemenangan, Begini Kondisi Ruang Ganti Persis Solo di BRI Super League 2025/2026

Timnas Indonesia

Dipilih Langsung oleh Presiden Klub

Keputusan menunjuk Donadoni sebagai pelatih baru Spezia bukan datang secara kebetulan. Menurut laporan media Italia, Presiden klub Charlie Stillitano turun tangan langsung dalam proses perekrutan ini.

Stillitano dikabarkan telah mengenal Donadoni sejak lama, bahkan sejak masa-masa akhir karier Donadoni sebagai pemain di AC Milan dan kemudian berkarier di New York. Hubungan pribadi yang kuat inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa Spezia berani mengambil risiko merekrut Donadoni untuk proyek penyelamatan tim.

Sebelumnya, nama-nama seperti Francesco Modesto dan Guido Pagliuca sempat masuk dalam daftar calon pengganti Luca D’Angelo. Namun setelah melakukan sejumlah pertimbangan, Stillitano akhirnya memilih Donadoni karena dinilai memiliki reputasi serta pengalaman internasional yang mumpuni untuk membawa Spezia keluar dari zona berbahaya.

“Masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan, dan kami butuh sosok yang bisa memberikan kepercayaan diri pada tim. Donadoni memiliki aura itu,” tulis laporan dari media Italia yang mengutip sumber internal klub.

Tantangan Berat Menanti di Spezia

Kendati baru akan mulai bekerja, Donadoni sadar betul bahwa tugas yang ia emban tidak akan mudah. Spezia bukan hanya menghadapi krisis hasil, tetapi juga masalah psikologis dan inkonsistensi permainan yang cukup parah. Dalam 11 laga awal musim ini, mereka baru mencatatkan satu kemenangan dan sudah kebobolan lebih dari 20 gol.

Bagi Donadoni, situasi ini mirip dengan beberapa momen sulit yang pernah ia alami di masa lalu, seperti saat ia mengembalikan Parma ke performa terbaiknya meskipun klub itu sedang dalam tekanan finansial. Dengan pengalaman seperti itu, manajemen Spezia yakin Donadoni mampu mengembalikan semangat juang para pemain dan memperbaiki struktur permainan tim.

“Setiap pertandingan di Serie B adalah final kecil. Saya datang untuk menanamkan kembali rasa percaya diri dan disiplin dalam tim,” ujar Donadoni dalam konferensi pers perdananya di markas klub.

Bayangan ke Timnas Indonesia Kini Memudar

Dengan keputusan ini, jelas sudah bahwa spekulasi tentang kemungkinan Donadoni melatih Timnas Indonesia resmi berakhir. Padahal, beberapa pekan lalu, namanya sempat disebut-sebut berada dalam daftar pelatih asing yang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert.

Kini, fokus publik Indonesia beralih pada pertanyaan besar lainnya: siapa sosok yang akan menjadi pelatih baru Timnas Garuda?
BACA JUGA : Hasil Hellas Verona vs Inter Milan: Gol Dramatis di Menit Akhir Antar Nerazzurri Bawa Pulang Tiga Poin

PSSI Masih Dalam Proses Seleksi Pelatih Baru

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap sejumlah kandidat pelatih. Ia menegaskan bahwa federasi tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan, mengingat posisi pelatih kepala Timnas sangat strategis dan berpengaruh besar terhadap arah masa depan sepak bola nasional.

“PSSI saat ini tengah bekerja keras mencari sosok pelatih berpengalaman yang bisa membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh dan membangun fondasi jangka panjang. Prosesnya tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa karena kami ingin keputusan ini benar-benar tepat,” ujar Vivin kepada awak media.

Ia juga menambahkan bahwa visi PSSI saat ini selaras dengan peta jalan pengembangan sepak bola nasional yang berorientasi pada pembinaan berkelanjutan dan peningkatan performa di level internasional. Oleh karena itu, pelatih baru yang akan dipilih nantinya diharapkan mampu bekerja tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga membangun struktur permainan dan filosofi sepak bola Indonesia ke arah yang lebih modern.

Donadoni: Sosok yang Selalu Dikenang

Bagi dunia sepak bola, nama Roberto Donadoni tidak asing lagi. Sebagai pemain, ia merupakan salah satu legenda AC Milan era 1980-an hingga 1990-an, di mana ia turut membawa Rossoneri meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga trofi Liga Champions.

Sebagai pelatih, perjalanan kariernya juga cukup berwarna. Ia sempat membawa Timnas Italia mencapai perempat final Piala Dunia 2006 serta tampil impresif bersama Parma di Serie A. Meskipun kariernya mengalami pasang surut, dedikasinya terhadap dunia sepak bola tak pernah pudar.

Kini, dengan kembali melatih Spezia, Donadoni bukan hanya berusaha menghidupkan kembali kariernya, tetapi juga memperlihatkan bahwa semangat juang dan cinta terhadap sepak bola Italia masih sangat kuat dalam dirinya.

Maniak Bola

Recent Posts

Klopp Akui Sudah Ditawari Jadi Pelatih Timnas Jerman, tapi Kontrak dengan Red Bull Jadi Penghalang

maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…

3 months ago

Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia, Duel Ambisi Tuan Rumah dan Generasi Emas Setan Merah

maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…

3 months ago

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Raksasa Dimulai, Jalan Menuju Trofi Semakin Berat

maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…

3 months ago

Menimbang Masa Depan Luka Modric Usai Kroasia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…

3 months ago

Mengapa Portugal Belum Mendapatkan Versi Terbaik Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026?

maniakbola.org  Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…

3 months ago

Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Alarm Bahaya untuk Sepak Bola AFC?

maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…

3 months ago