Dunia sepak bola kembali berduka. Diogo José Teixeira da Silva, yang lebih dikenal dengan nama Diogo Jota, dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tragis pada Kamis, 3 Juli 2025.
MANIAKBOLA.ORG Mengenang Diogo Jota: Perjalanan Karier dari Gondomar hingga Jadi Bintang di Liverpool dan Timnas Portugal
Dunia sepak bola kembali berduka. Diogo José Teixeira da Silva, yang lebih dikenal dengan nama Diogo Jota, dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tragis pada Kamis, 3 Juli 2025. Penyerang andalan Liverpool dan Timnas Portugal itu tutup usia di usia 28 tahun.
Dalam kecelakaan yang juga merenggut nyawa adiknya tersebut, Jota meninggal di tempat kejadian. Kepergiannya begitu mendadak dan menyisakan luka mendalam bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia, khususnya fans Liverpool dan masyarakat Portugal.
Untuk mengenang jasa dan perjalanannya, berikut adalah kilas balik lengkap karier Diogo Jota—dari awal meniti karier di klub kecil Portugal hingga menjadi salah satu penyerang paling disegani di Premier League.
Diogo Jota lahir pada 4 Desember 1996 di Massarelos, Porto, Portugal. Bakat sepak bolanya mulai terlihat sejak usia dini. Ia memulai karier sepak bola di akademi klub lokal Gondomar SC. Meski hanya klub kecil, Gondomar menjadi tempat Jota mengasah teknik dan mentalitas sepak bola yang luar biasa.
Pada usia 16 tahun, ia pindah ke klub Pacos de Ferreira, salah satu klub yang bermain di Primeira Liga. Di sinilah bakat Jota mulai menarik perhatian publik. Ia menjalani debut profesionalnya pada 19 Oktober 2014 dalam ajang Taca de Portugal saat melawan Atlético de Reguengos. Saat itu, usianya baru 17 tahun.
Tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi pemain reguler. Di musim 2015/2016, Jota mencetak 14 gol dalam 35 pertandingan untuk Pacos di semua kompetisi. Performa impresif itu menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Pada musim panas 2016, Atletico Madrid merekrut Jota dengan nilai transfer sekitar 7 juta Euro. Namun, karena skuad Atletico saat itu sudah padat, ia langsung dipinjamkan ke FC Porto untuk musim 2016/2017.
Di Porto, Jota kembali menunjukkan kualitasnya. Ia mencetak 8 gol dalam 27 laga liga, serta mencatatkan hat-trick pertamanya dalam kemenangan 4-0 atas Nacional. Penampilan konsisten itu semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik Portugal.
Namun, Atletico tetap belum memberikan tempat untuknya. Pada musim 2017/2018, Jota kembali dipinjamkan—kali ini ke Wolverhampton Wanderers yang saat itu masih bermain di Championship, divisi kedua Liga Inggris.
Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam kariernya. Bersama Wolves yang saat itu diasuh Nuno Espírito Santo, Jota tampil luar biasa. Ia mencetak 17 gol dan 6 assist dari 44 pertandingan dan membawa Wolves promosi ke Premier League sebagai juara Championship.
Pada musim panas 2018, Wolves resmi membelinya secara permanen dengan nilai transfer 14 juta Euro. Di Premier League, Jota tetap jadi andalan. Dalam dua musim penuh, ia mencatatkan 16 gol dan sejumlah momen penting, termasuk hat-trick di Liga Europa melawan Espanyol pada Februari 2020.
Penampilan luar biasa Jota bersama Wolves membuat banyak klub papan atas mulai meliriknya. Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, melihat Jota sebagai pemain yang cocok dengan filosofi “Gegenpressing”-nya.
Pada September 2020, Liverpool resmi merekrut Jota dengan mahar sekitar 44,7 juta Euro. Kepindahannya sempat diragukan banyak pihak karena ia bukanlah nama bintang besar, tapi Jota membungkam semua kritik dengan cepat.
Ia mencetak gol dalam debut Liga Champions-nya melawan FC Midtjylland dan mencatat hat-trick di ajang yang sama saat Liverpool menang 5-0 atas Atalanta. Di musim pertamanya (2020/21), Jota mencetak 13 gol di semua kompetisi, meski sempat diganggu cedera.
Jota dikenal sebagai pemain serba bisa—ia bisa bermain sebagai penyerang tengah, winger kiri, maupun kanan. Dalam tiga musim pertamanya di Anfield, ia mencetak lebih dari 40 gol dan membantu Liverpool meraih sejumlah trofi:
Premier League 2021/2022
FA Cup 2022
Carabao Cup 2022
Finalis Liga Champions 2022
Permainannya yang cepat, cerdas, dan penuh determinasi membuatnya menjadi favorit di kalangan suporter The Kop.
Selain bersinar di level klub, Diogo Jota juga punya karier cemerlang bersama Tim Nasional Portugal. Ia pertama kali dipanggil ke tim senior pada Maret 2019 oleh pelatih Fernando Santos.
Sejak saat itu, ia menjadi bagian penting dalam skuat Seleção das Quinas. Jota mencetak gol internasional pertamanya melawan Kroasia pada September 2020 di ajang UEFA Nations League.
Secara keseluruhan, Jota tampil sebanyak 49 kali untuk tim nasional dan mencetak 14 gol. Ia turut membantu Portugal menjuarai UEFA Nations League 2018/2019 dan tampil dalam ajang Euro 2020 serta Piala Dunia 2022.
Sayangnya, cedera sempat membuatnya absen dari beberapa turnamen penting. Meski demikian, kontribusinya tetap besar, baik di atas lapangan maupun sebagai panutan bagi para pemain muda Portugal.
Kepergian Diogo Jota pada usia yang masih sangat produktif menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola. Jota dikenal bukan hanya sebagai pemain yang bertalenta, tetapi juga pribadi yang rendah hati dan pekerja keras.
Rekan-rekannya di Liverpool seperti Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, hingga pelatih Jurgen Klopp menyampaikan belasungkawa yang dalam. Klub Liverpool juga mengumumkan rencana mengenang Jota di Anfield dengan upacara khusus sebelum laga melawan Manchester United akhir pekan ini.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) pun merilis pernyataan resmi yang menyebut Jota sebagai “permata Portugal yang bersinar terang dan telah menginspirasi generasi muda.”
Meski usianya terhenti di angka 28, Diogo Jota telah meninggalkan jejak yang mendalam di dunia sepak bola. Kariernya adalah simbol dari perjuangan, dedikasi, dan keberanian untuk mengejar mimpi—dari klub kecil seperti Gondomar hingga menjadi tumpuan klub raksasa seperti Liverpool.
Diogo Jota akan selalu dikenang bukan hanya karena gol-gol dan trofi yang diraihnya, tapi juga karena semangat, kerja keras, dan kerendahan hatinya.
Selamat jalan, Jota. Terima kasih atas semua kenangan indah. Dunia sepak bola akan merindukanmu.
maniakbola.org Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi para pendukung…
maniakbola.org Babak gugur selalu menghadirkan cerita yang berbeda di Piala Dunia. Tidak ada lagi ruang…
maniakbola.org Babak penyisihan dan fase 32 besar telah berlalu. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia…
maniakbola.org Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.…
maniakbola.org Portugal berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada…
maniakbola.org Harapan besar yang sempat mengiringi perjalanan negara-negara Asia di Piala Dunia 2026 akhirnya harus…